Dicabuli Ayah Tiri, Gadis di Probolinggo Malah Diusir Ibu Kandung, Remaja Itu Dituduh Pelakor

Seorang gadis berusia 14 tahun di Kabupaten Probolinggo, N, melapor ke polisi. Ia pun diusir ibu kandungnya

Dicabuli Ayah Tiri, Gadis di Probolinggo Malah Diusir Ibu Kandung, Remaja Itu Dituduh Pelakor
shutterstock
ilustrasi kasus pencabulan oleh ayah tiri 

TRIBUNJABAR.ID, PROBOLINGGO- Seorang gadis berusia 14 tahun di Kabupaten Probolinggo, N, melapor ke polisi.

Gadis itu menjadi korban pencabulan oleh ayah tirinya. Penderitaannya tak hanya sampai di situ.

Remaja 14 tahun itu justru diusir ibu kandungnya dari rumah. Sang ibu menuduhnya sebagai perebut laki orang ( pelakor).

S, ayah kandung N, menemani anaknya melapor ke Polres Probolinggo atas perbuatan ayah tirinya.

Kepada wartawan di Mapolres Probolinggo, S menuturkan, anaknya itu sempat melapor ke Polsek Leces seorang diri pekan lalu, tapi dianjurkan ke Unit PPA Polres.

Menurut S, anaknya itu disetubuhi ayah tirinya dua kali, pada Maret dan Juni lalu, saat rumah sepi.

Takut Dicabuli Lagi oleh Ayah Tirinya, Bocah SD di Samarinda Loncat dari Motor

Sadis, Bocah Ini Dimasukkan Karung Lantas Digantung di Pohon oleh Ayah Tiri, Ibu Kandung Turut Kubur

Di bawah ancaman dipukul hingga patah tulang, N pun tak bisa melawan.

"Ibunya (mantan istri) waktu kejadian jualan di pasar. Ibunya malah mengusir anak saya dari rumahnya karena dianggap pelakor," terang S, Rabu (2/10/2019).

S menambahkan, ia dan mantan istrinya itu dikaruniai anak bernama N. Pernikahannya kandas dan berujung perceraian.

"Mantan istri dan anak saya itu lalu tinggal di rumah ayah tirinya hingga kejadian itu," ujar dia.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso menegaskan, pihaknya telah menerima laporan persetubuhan anak di bawah umur oleh ayah tiri.

"Sekarang masih kami selidiki. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan," kata dia. (Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dianggap Pelakor, Ibu Usir Anak Kandung usai Dicabuli Ayah Tiri"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved