Membongkar Jejak PKI di Indramayu, Ada 7 Polisi Hutan Dibantai Pada Oktober 1964

Suherman, anak dari saksi sejarah pada peristiwa itu mengungkapkan, pemberontakan PKI di Kabupaten Indramayu terjadi pada Oktober 1964 silam.

Membongkar Jejak PKI di Indramayu, Ada 7 Polisi Hutan Dibantai Pada Oktober 1964
Istimewa/intisari
Operasi penumpasan anggota PKI oleh TNI AD 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) meninggalkan coretan hitam dalam sejarah bangsa Indonesia.

Namun, siapa sangka dari rentetan coretan hitam itu, Kabupaten Indramayu pun pernah tercatat sebagai daerah dari pemberontakan partai komunis.

Suherman, anak dari saksi sejarah pada peristiwa itu mengungkapkan, pemberontakan PKI di Kabupaten Indramayu terjadi pada Oktober 1964 silam.

Kala itu, PKI melakukan aksi pengeroyokan kepada tujuh anggota polisi kehutanan yang bertugas di Kabupaten Indramayu.

"Ayah saya dahulunya adalah aktivis Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), AMPI ini yang menentang keras paham kiri di Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (30/9/2019).

Dia mengaku tidak mengetahui secara persis lokasi kejadian pembantaian ketujuh polisi hutan itu.

Hanya saja, ada kabar yang menyebutkan bahwa kejadian itu diperkirakan terjadi di daerah Cikawung, Sanca, Kroya, Jatimunggul, Plosokerep, dan Haurgeulis.

Lokasi-lokasi itu merupakan kawasan hutan lebat yang mana pada waktu itu menjadi perebutan oleh pihak berpaham komunis dengan aparat bersenjata (TNI-Polri).

"Kenapa yang diserang itu polisi hutan, karena yang menguasai kawasan hutan itu ya Polisi Kehutanan, mereka ingin merebut kedaulatan," ujar dia.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved