Wali Kota Bandung Oded M Danial Ditantang untuk Wujudkan Kota Toleransi

Wali Kota Bandung Oded M Danial di hari jadi Kota Bandung ditantang PSI untuk mewujudkan 10 besar Kota toleransi di Indonesia.

Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar/Tiah SM
Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung, Senin (15/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Oded M Danial di hari jadi Kota Bandung ditantang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mewujudkan 10 besar Kota toleransi di Indonesia.

"Di Hari jadi kota Bandung dan satu tahun kepemimpinan Oded-Yana, kami DPD PSI Kota Bandung menantang Walikota untuk jadikan Kota Bandung masuk 10 Kota Tertoleran di Indonesia," ujar Ketua DPD PSI Kota Bandung Irfan Cahyo Narbowo, usai rapat Paripurna HJKB Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (25/9/2019).

Menurut Irfan, tantangan ini suatu bentuk apresiasi yang diberikan kepada Wali Kota Bandung, karena hanya dalam waktu satu tahun, Oded dianugerahi sebagai Kepala Daerah yang telah berpartisipasi mendukung program moderasi beragama dan penguatan fungsi penyuluh agama.

VIDEO Detik-detik Penampakan Ular Piton Berpisah dari Telurnya, Muncul Gerakan Aneh dan Menangis

Polisi Geledah Kontrakan Terduga Teroris di Cimahi, Deden Kaget Lihat Polisi Bersenjata Lengkap

Irfan mengatakan dengan prestasi tersebut, PSI mengajak Walikota untuk bersama-sama memenuhi tantangan ini, mengingat Wali Kota memberikan perhatian khusus kepada pembinaan agama di Kota Bandung dan sudah menggagasnya ke dalam visi Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis.

Irfan mengatakan, pada tahun 2018, Bandung menduduki peringkat ke 69 dari 94 Kota Tertoleran (Setara Institute).

Penilaian Index Kota Toleran (IKT-SETARA Institute) melihat regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial dan demografi agama.

PSI menilai hal ini patut dijadikan perhatian bersama sehingga dapat dipahami dan didukung oleh heterogenitas masyarakat.

Misalnya, kampung-kampung toleransi yang telah diresmikan oleh Wali Kota dapat menjadi wilayah yang harus selalu diterapkan di wilayah lain dan dievaluasi keberhasilannya dengan penilaian IKT.

"Hari Toleransi Internasional” yang diadakan setiap 16 November perlu digaungkan menjadi agenda tahunan bersama guna mensosialisasikan keseriusan Kota Bandung mencapai kota toleransi," ujarnya.

Menurut Irfan, keberadaan kampung toleransi di Kota Bandung, sudah merupakan awal yang baik dan harus dihidupkan jangan hanya sebagai simbol.

Irfan, juga mengapresiasi solat subuh bersama namun sayangnya seharusnya umat non muslim diajak untuk menjaga parkir dan mengatur lalulintas.

"Kami berharap, kampung toleransi terus diadakan di setiap kecamatan agar kerukunan agama terjalin dan Kota Bandung masuk 10 besar kota toleransi," ujar Irfan. (tiah sm)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved