Proyek Alun-alun Cicalengka Rp 8 miliar Progam Gubernur Terhambat Bangunan Warga di Lahan Negara

Renovasi Alun-alun Kecamatan Cicalengka di Kabupaten Bandung senilai Rp 8,37 miliar sudah dimulai. Pantauan

Proyek Alun-alun Cicalengka Rp 8 miliar Progam Gubernur Terhambat Bangunan Warga di Lahan Negara
Tribunjabar/Mega Nugraha
Revitalisasi Alun-alun Cicalengka 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Renovasi Alun-alun Kecamatan Cicalengka di Kabupaten Bandung senilai Rp 8,37 miliar sudah dimulai. Pantauan Tribun, Jumat (20/9/2019), lapangan Alun-alun sudah dipapas.

Pekerja proyek juga sudah beraktivitas. Satu alat berat pun sudah berada di tengah lapangan. Revitalisasi alun-alun ini merupakan program dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Selain Cicalengka, Alun-alun Soreang juga turut direvitalitasi dengan anggaran Rp 5,8 miliar.

Di Cicalengka, belakangan diketahui, revitalisasi sempat terkendala bangunan warga yang berdiri di sekitar alun-alun, lahan milik pemerintah.

Bangunan itu berupa pertokoan. Salah satunya toko perhiasan mas yakni Toko Mas Dollar, milik seorang pria bernama Dadang Dollar hingga toko pakaian. Revitalisasi alun-alun meniscayakan harus meratakan bangunan pertokoan itu.

Diskon Tarif TMB di Kota Bandung Tak Banyak Dimanfaatkan, Warga Tak Berminat dan Prosedurnya Ribet

Seiring revitalisasi, pertokoan itu sebagian sudah tutup. Hanya saja, pemilik bangunan, sempat keberatan untuk diratakan karena meminta ganti rugi atas pendirian bangunan tersebut. Padahal, bangunan berdiri di lahan pemerintah.

Camat Cicalengka Entang Kurnia mengakui di lahan milik pemerintah itu, ada bangunan milik warga yang kemudian diseawakan untuk pertokoan.

"Betul, itu sudah dibahas. Saat ini pemilik bangunannya tengah umrah," ujar Entang saat ditemui di Cicalengka, Jumat (20/9).

Tak Hanya Bisnis Fashion dan Kosmetik, Shafira Foundation Bantu Wakaf Rp 1 Miliar Bangun RS Salman

Ia belum mengetahui kenapa bisa ada bangunan milik pribadi di atas lahan pemerintah, kemudian disewakan.

Meski begitu, kata dia, pemerintah memastikan revitalisasi alun-alun termasuk perluasannya tetap berlangsung. Dalam rencana desain, alun-alun akan diperluas hingga mencakup lahan terminal.

"Jadi hasil penjelasan dari pemilik bangunan, bangunannya bisa segera dieksekusi setelah pemiliknya pulang umroh. Kalau sekarang bangunannya tidak bisa dieksekusi karena masih ada barang-barang milik pemilik bangunan," ujar Entang. ‎

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved