Mantan Wali Kota Cimahi Meninggal Dunia
Kronologi Detik-detik Meninggalnya Itoc Tochija Terpindana 7 Tahun di Lapas Sukamiskin
Terpidana kasus korupsi pembangunan Pasar Atas Cimahi, mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija, meninggal dunia, Sabtu (14/9/2019).
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terpidana kasus korupsi pembangunan Pasar Atas Cimahi, mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija, meninggal dunia, Sabtu (14/9/2019).
Kadivpas Kemenkumham Jabar Abdul Aris menjelaskan bagaimana kronologis dari almarhum Itoc Tochija semenjak sakit, dilarikan ke rumah sakit, hingga dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (14/9/2019) di Bandung.
Berikut kronologis tertulis yang diberikan oleh Abdul Aris :
1. Pada Hari Selasa, 10 September 2019, pukul 04.34 WIB warga binaan Itoc Tochija dirujuk emergency menuju RS Hermina Arcamanik dengan keluhan sesak nafas hebat.
• Itoc Tohija Meninggal Dunia di RSHS Bandung, Disebut Idap Penyakit Jantung
2. Pukul 05.40 WIB setelah dilakukan observasi oleh team medis IGD RS Hermina Arcamanik. Itoc dinyatakan harus di rawat dan dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung.
3. Pukul 20.00 WIB Itoc dirujuk ke RS Hasan Sadikin dengan menggunakan ambulance RS. Hermina
4. Pada Hari Sabtu 14 September 2019 Pukul 11.30 WIB Itoc dinyatakan kritis dan dilakukan penanganan oleh tim dokter dr RS Hasan Sadikin.
4. Pukul 12.40 WIB Itoc Tochija dinyatakan meninggal dunia oleh Dokter.
5. Pukul 13.20 WIB 1 JFU Perawatan dan 2 JFU Registrasi tiba di RS Hasan Sadikin Bandung.
6. Pukul 13.25 dilakukan sidik jari terhadap jenazah Itoc di ruang pemandian jenazah.
7. Pukul 13.30 dilakukan serah terima jenazah oleh JFU Perawatan kepada pihak keluarga Itoc Tochija.
• BREAKING NEWS, Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tohija yang Ditahan di Lapas Sukamiskin Meninggal Dunia
Selanjutnya, terhadap jenazah dilakukan pendataan melalui pembuatan laporan kematian WBP yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.
"Pihak keluarga juga diminta untuk mengambil barang WBP ke Lapas Sukamiskin. Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Lapas Sukamiskin dan jajarannya atas pelayanan yang telah diberikan," kata Abdul Aris melalui keterangan tertulisnya yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (14/9/2019).
Divonis 7 Tahun Kasus Korupsi