Kamis, 9 April 2026

Bulan Purnama Terjadi Malam Ini, Fenomena Micromoon Warnai Langit Disebut-sebut Friday the 13th

Malam ini fenomena Micromoon akan menghiasi langit, fenomena ini disebut-sebut sebagai Friday the 13th.

Editor: Hilda Rubiah
Fenomena micromoon.((Viacheslav Lopatin/Shutterstock))
Bulan Purnama, Fenomena micromoon 

TRIBUNJABAR.ID -  Friday the 13th, yang jatuh pada hari ini, identik dengan mistis dan fenomena bulan purnama.

Namun, fenomena di langit malam ini lebih dari bulan purnama.

Micromoon, begitu nama fenomena yang terjadi saat ini. "Micromoon itu nama trivial.

Istilah resminya Bulan purnama apogean, yaitu Bulan dalam fase purnama (oposisi Bulan-Matahari atau istiqbal) yang berdekatan dengan saat Bulan menempati titik apogee (titik terjauh terhadap Bumi dalam orbit ellipsnya)," tutur astronom amatir Marufin Sudibyo kepada Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Puasa Ayyamul Bidh Masih Berlangsung, Berikut Bacaan Niat Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Marufin menyebutkan, meski terlihat mulai malam ini di beberapa wilayah bumi, bulan purnama apogean pada September 2019 sebenarnya baru akan terjadi pada Sabtu, 14 September 2019.

"Pada saat itu Bulan mencapai purnama (fase 99,8 persen) dengan jarak Bumi-Bulan 406.060 km."

"Posisi apogee Bulan sendiri sudah dicapai 24 jam sebelumnya yaitu sejauh 406.377 km," tuturnya.

Semua ini terjadi, lanjut Marufin, karena Bulan beredar mengelilingi Bumi dengan orbit ellips.

Niat Bersihkan Masjid Saat Jumatan, Mahasiswa KKN di Parepare Ini Meninggal Dunia Setelah Terpleset

Jarak rata-ratanya ke Bumi memang 384.400 km. Namun orbit ini punya perigee (titik terdekat dengan Bumi) 356.000 km dan apogee (titik terjauh dengan Bumi) 406.000 km.

"Bulan mencapai perigee dan apogee-nya di bawah pengaruh periode siderisnya yang lamanya 27,33 hari.
Sementara fase-fase Bulan dipengaruhi oleh periode sinodisnya yang besarnya rata-rata 29,5 hari.

Kelipatan persekutuan dari kedua nilai periode revolusi Bulan tersebut adalah 12 atau 13 bulan. Maka setiap 12 atau 13 bulan sekali peristiwa Bulan apogean terjadi," jelasnya.

Gara-gara Teror Mistis Anang Hermansyah dan Ashanty Ribut, Rumah Mau Dijual Rp 50 Miliar?

Bisa dilihat tanpa alat bantu

Fenomena micromoon pada malam ini bisa dilihat dengan mata telanjang, tanpa alat bantu apapun.

"Secara kasatmata tidak terbedakan dengan Bulan purnama biasa. Hanya jika kita memotretnya dengan kamera tertentu (misalnya DSLR) dengan teknik yg tepat dan dibandingkan dengan potret purnama yg dibidik dengan teknik fotografi yg sama, akan kelihatan Micromoon lebih kecil ukurannya," papar Marufin.

Karena sedikit lebih jauh, lanjut ia, maka Bulan purnama apogean juga akan sedikit lebih redup.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved