Hutan Kota Sumber Cirebon Kotor dan Jadi Tempat Pesta Miras, Warga Minta Pemerintah Segera Benahi

Warga Kabupaten Cirebon meminta kepada pemerintah untuk menata kembali Hutan Kota Sumber yang berada

Hutan Kota Sumber Cirebon Kotor dan Jadi Tempat Pesta Miras, Warga Minta Pemerintah Segera Benahi
tribunjabar/hakim baihaqi
Hutan Kota Sumber Cirebon yang kondisinya kotor 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Kabupaten Cirebon meminta kepada pemerintah untuk menata kembali Hutan Kota Sumber yang berada di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Sumber, menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

‎Taman yang diresmikan oleh mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, tampak gersang dan beberapa bagian seperti tembok mengalami keretakan.

Kolam air mancur yang berada di tengah Hutan Kota Sumber pun tidak berfungsi, rumput ilalang setinggi satu meter tumbuh subur, dan kondisi airnya pun berwarna keruh, sehingga mengurangi keindahan taman tersebut.

Deretan kios pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan serta minuman pun berdiri di sekitar lokasi pintu masuk Hutan Kota Sumber.

Kapolres Sumedang Ingatkan Warga Jangan Sebar Video Mesum Sumedang, Bisa Dipidana

Akibatnya, dibeberapa titik ada tumpukan sampah yang berasal dari sejumlah jongko PKL, bahkan tepat di belakang hutan kota pun, dijadikan sebagai tempat pembakaran sampah plastik.

Rudiawan (35), warga Kelurahan Perbutulan, Kecamatan Sumber, mengatakan, Hutan Kota Sumber tidak sesuai dengan namanya, lantaran dalam kondisi gersang, bahkan pepohonan pun tampak layu hingga mati.

"Sampah dimana-mana, seperti yang tidak terurus oleh pemerintah," kata Rudiawan di sekitar Hutan Kota Sumber, Selasa (10/9/2019).

Warga lainnya, Sukijan (50) warga Kelurahan Sumber, mengatakan, di Hutan Kota Sumber ini‎ sering digunakan oleh kegiatan-kegiatan anak muda yang tidak terpuji, mulai jadi tempat berpacaran, tempat berkumpul geng motor, dan tempat meminum minuman keras.

Satu Bulan Dikerjakan, Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Cirebon Mulai Tahap Pengecoran Basement

Tak hanya itu, kata Sukijan, ia pun terganggu dengan adanya praktik liar, di mana setiap pengunjung yang menggunakan kendaraan harus membayar uang parkir mulai dari Rp 1-5 ribu.

"Setiap sore sampai malam saya selalu lihat‎, apalagi kalau malam kan gelap tidak ada lampu. Seharusnya ditata lagi, biar sesuai fungsinya," katanya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Sugeng Raharjo, mengatakan, dari 2014 hingga saat ini, belum ada upaya perbaikan infrastruktur dan hanya ada perawatan kebersihan saja.

"Setiap hari kami dibersihkan, banyak penjualan kuliner yang menghasilkan sampah, ini menjadi tanggung jawab kita," kata Sugeng.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved