Ketahuan Jual Jasa PSK Lewat Twitter, Seorang Pria Ditangkap Polda Bali

Diduga menawarkan prostitusi atau jasa pekerja seks komersial (PSK) lewat Twitter, pria bernisial H ditangkap Polda Bali.

Ketahuan Jual Jasa PSK Lewat Twitter, Seorang Pria Ditangkap Polda Bali
(KOMPAS.com/Achmad Faizal)
Ilustrasi prostitusi online 

TRIBUNJABAR.ID, DENPASAR — Diduga menawarkan prostitusi atau jasa pekerja seks komersial (PSK) lewat Twitter, pria bernisial H ditangkap Polda Bali.

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho mengatakan, penangkapan H bermula dari patroli siber pada 6 Agustus 2019.

Polisi menemukan unggahan pada media sosial Twitter dengan nama akun Chezka Zi dengan hastag #Expo #Bali 4-6.

"Isinya berupa foto yang mengandung muatan pornografi dengan cara menawarkan, mengiklankan, baik secara langsung maupun tidak langsung, layanan seksual," kata Yuliar dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Senin (9/9/2019).

Bangunan Liar di Puncak Diduga Tempat Prostitusi, Satpol PP Sulit Bedakan Rumah Tinggal & Rumah Sewa

Polisi kemudian menelusuri untuk mencari tahu pemilik akun sekaligus yang menawarkan jasa prostitusi tersebut.

Polisi akhirnya berhasil mengungkap bahwa pemilik akun sekaligus yang mengoperasikan adalah tersangka H alias J yang tinggal di Jalan Muding Mekar, Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

"Petugas kemudian melakukan penangkapan di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil interogasi, memang benar yang bersangkutan merupakan pemilik akun twitter Chezka zii yang digunakan untuk menawarkan wanita penghibur," kata Yuliar.

Setelah ponsel milik H diperiksa, ditemukan beberapa akun lain yang digunakan untuk tujuan yang sama.

H disangka melakukan tindak pidana menawarkan atau menyediakan pornografi, jasa pornografi, dan menjadikan obyek atau model yang mengandung muatan pornografi sesuai Pasal 9 jo Pasal 35 dan/atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan/atau Pasal 4 ayat (2) jo Pasal 30 dan/atau Pasal 6 jo Pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Pelanggaran juga dikaitkan dengan Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 296 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.

"Selain HP, barang bukti lainnya adalah print out screen capture yang memuat postingan dari akun Twitter @chezska_zii, 1 lembar bukti transfer pembayaran DP jasa prostitusi, 11 kondom, 1 pelumas," kata Yuliar. (Kompas.com/Robinson Gamar)

Disertasi Abdul Aziz Halal Hubungan Seks Tanpa Nikah, MUI Jabar: Itu Haram, Merusak Moral dan Etika

12 Gadis Asal Bandung Dijual di Lokalisasi di Situbondo, Hendak Dipekerjakan Jadi PSK

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved