Kabar Terkini Ibu Muda di Bandung yang Bunuh Bayinya, Kerap Melamun dan Tatapan Matanya Kosong
Kabar terkini FM, ibu muda di Bandung yang membunuh bayinya. Kerap melamun dan tatapannya kosong. Polisi minta keluarga membesuk.
Penulis: Haryanto | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Diduga mengalami tekanan mental pasca-pembunuhan yang dilakukan olehnya kepada anaknya, polisi meminta keluarga FM (29), tersangka pembunuhan anaknya untuk diberi dukungan semangat.
FM diduga mengalami tekanan mental setelah dijerat Pasal 338 KUH Pidana usai membunuh bayinya.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung.
Pelaku diketahui tega membunuh anaknya yang baru berusi tiga bulan di rumah mertuanya di Jalan Delta, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Minggu (1/9/2019).
Agar menjaga kondisi mental tersangka tetap stabil dan baik, Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Rifai meminta keluarga untuk sering membesuknya.
"Kami minta tersangka untuk dibesuk (pihak keluarga) agar tidak mengalami depresi berat," kata AKBP M Rifai saat ditemui di Mapolrestabes Bandung Bandung, Jumat (6/9/2019).
Meski demikian, proses penyidikan tetap dilakukan dengan meminta keterangan empat saksi perihal pembunuhan bayi oleh ibunya tersebut.
Namun karena kondisi psikis pelaku yang masih tidak stabil, jajaran kepolisian yang melakukan penyidikan pun kesulitan meminta keterangan pelaku.
Dengan kondisinya itu, polisi terus melakukan pemantauan kepada tersangka.
Selain itu, demi memastikan kondisi psikologinya, polisi pun menggaet ahli kejiwaan.
"Setiap hari kami panggil untuk kami ajak berbicara. Secara kasat mata kami lihat ada sedikit goncangan pada tersangka. Karena lebih banyak melamun dan pandangannya kosong," ucap dia.
Diketahui sebelumnya, pembunuhan itu dilakukan oleh FM karena mendapat bisikan gaib yang menyatakan dirinya belum pantas memiliki anak.
Bisikan gaib itu membuatnya tega mengakhiri hidup anaknya yang baru dilahirkan menggunakan pisau dapur.
Wakasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Suparma mengatakan pelaku menyerahkan diri setelah melakukan pembunuhan tersebut.