VIDEO Imbas Kemarau, Volume Air Setu Patok di Kabupaten Cirebon Menyusut

Musim kemarau panjang berdampak ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon‎, tidak terkecuali Setu Patok di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, yang pada s

Imbas Kemarau, Volume Air Setu Patok Menyusut
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Musim kemarau panjang berdampak ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon‎, tidak terkecuali Setu Patok di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, yang pada saat ini terus mengalami penyusutan volume air.
 
Pantauan Tribun Jabar, Kamis (5/9/2019), ‎dari luas hampir sembilan hektare ini, batas tepi Setu Patok yang semula berdekatan dengan jalau sejauh 50 meter, kini menyusut sejauh 150 meter membuat warga beraktivitas hingga tengah danau.
Wisata Danau Setu Patok di Mundu Cirebon
Wisata Danau Setu Patok di Mundu Cirebon (wisata-tanahair.com)
Di tepi danau, ketinggian air mencapai 100 sentimeter, beberapa warga yang tengah beraktivitas menjaring ikan terjun langsung ke genangan air, tanpa menggunakan perahu sebagai alat bantu.
 
Warga sekitar, Wahyu (39), mengata‎kan, penyusutan air di Setu Patok mulai terjadi sejak pertengahan Juli 2019 dan terjadi lebih awal dibandingkan tahun lalu, yakni pada pertengah Agustus 2018.
 
"Kemarau sekarang lebih cepat, tahun kemaren bulan segini masih bisa pakai perahu dekat bendungan, sekarang sama sekali tidak," kata Wahyu di Setu Patok.
 
Diketahui, Setu Patok digunakan untuk mengairi lebih dari 1.600 ribu hektare lahan pertanian di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mundu, Kecamatan Lemah Abang, dan Kecamatan Pangenan.
Kondisi air di Setu Patok, Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon yang semakin menyusut, Jumat (24/8/2018).
Kondisi air di Setu Patok, Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon yang semakin menyusut, Jumat (24/8/2018). (Tribun Jabar/Siti Masithoh)
Warga Desa Setu Patok, Karyani (60), mengat‎akan setiap Setu Patok mengalami penyusutan air, kerap berdampak pula ke volume air sumur hingga surut dan tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga.
 
"Kalau Setu Patok surut, sumur juga suka ikut kering, kalau hujan sih banyak," katanya.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, mengaku siap mensuplai air bersih pada musim kemarau untuk masyarakat Kabupaten yang kesulitan mendapatkan air bersih.
 
Kepala Seksi Kedarutan dan Logistik, Eman Sulaeman,‎mengatakan, untuk mendapatkan suplai air bersih masyarakat diminta untuk mengajukan surat langsung ke Plt Bupati Cirebon dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon.
 
"Surat tersebut harus disertai berita acara kekeringan yang ditandatangani langsung oleh kepala desa dan camat," kata Eman.
 
Setelah adanya surat tersebut, kata Eman, pihaknya akan langsung meninjau kondisi di lapangan, benar atau tidak mengalami kekeringan, sehingga bila benar suplai air bersih langsung diberikan.
Eman mengatakan, untuk suplai bersih, pihaknya berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jati dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, terkait penyediaan air serta armada.
 
"‎Meskipun akan mensuplai air bersih, kami pun meminta masyarakat untuk hemat air. Karena saat ini Kabupaten Cirebon dinyatakan siaga darurat air bersih dari 1 Juli sampai 31 Oktober," katanya.
Penulis: Hakim Baihaqi
Video Production: Wahyudi Utomo
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved