Polisi Bubarkan Perayaan HUT RI di RS dr Slamet Garut, Ada Dangdutan di Halaman Rumah Sakit
Polisi bubarkan perayaan HUT RI di RS dr Slamet Garut. Ada dangdutan di halaman rumah sakit. Pasien mengeluh berisik.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Perayaan HUT ke-74 RI di RSUD dr Slamet Garut, Rabu (4/9/2019) kemarin dibubarkan polisi.
Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, melalui Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji, mengatakan, pembubaran paksa ini dilakukan setelah sejumlah warga dan pasien mengeluhkan kegiatan tersebut.
Acara tersebut memang diadakan di halaman depan rumah sakit.
"Ada acara perlombaan dan dangdutan. Banyak yang mengeluh berisik dengan kegiatan itu. Saat kami cek, tidak ada izin keramaian," ucap Ipda Wahyono Aji di Mapolsek Tarogong Kidul, Rabu (4/9/2019).
Pembubaran, kata Aji, mereka lakukan sekitar pukul 14.00, saat acara hiburan berlangsung.
Ia langsung meminta pihak manajemen untuk menghentikan acara. Rumah sakit, menurut Aji, tak berkoordinasi dengan Polsek saat akan mengadakan kegiatan.
"Walau acara internal, tetap harus ada izin keramaian. Apalagi di sana ruang publik. Makanya saya minta untuk disetop saja," katanya.
Aneka perlombaan dan hiburan pada perayaan 17 Agustusan itu diikuti para pegawai rumah sakit.
"Ada organ tunggal dan penyanyinya. Itu, kan, area publik. Jadi soal keramaian itu harus ada izin. Apalagi memancing orang untuk datang ke sana," ujarnya.
Warga Jalan Adung, Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Aidin (56) mengaku sangat terganggu dengan kegiatan itu.
Aidin, yang hari itu sedang berobat jalan di RSUD dr Slamet, mengaku tak nyaman karena kondisi di rumah sakit yang berisik.
"Silakan saja mau merayakan 17-an. Tapi harus dilihat juga pasien nyaman atau tidak. Jangan terlalu berisik, apalagi ada hiburannya segala," ucap Aidin.
Hal senada dikatakan Yana (32), keluarga pasien asal Cikajang.
"Acaranya dilakukan di parkiran depan. Itu, kan, jalan masuk ke rumah sakit. Tarik tambangnya di depan lobi. Ada pengeras suara segala," ucap Yana.
Ia juga menyayangkan banyaknya pegawai yang meninggalkan pekerjaan saat jam kerja.