Ribuan Mahasiswa Baru Fisip Unpas Dibekali Pemahaman Bahaya Narkoba, Radikalisme, dan Terorisme

Merebaknya isu radikalisme, terorisme, dan bahaya narkoba di Tanah Air, menjadi bahasan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru

Ribuan Mahasiswa Baru Fisip Unpas Dibekali Pemahaman Bahaya Narkoba, Radikalisme, dan Terorisme
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ribuan mahasiswa baru memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan oleh Dekan FISIP Unpas, Dr M. Budiana SIP MSi terkait bahaya dan proteksi narkoba, paham radikalisme, dan terorisme dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru di Aula Balai Sartika, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana 
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Merebaknya isu radikalisme, terorisme, dan bahaya narkoba yang terus berkembang di Tanah Air saat ini, menjadi bahasan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Pasundan (Fisip Unpas) tahun akademik 2019/2020.

Dekan Fisip Unpas, Dr M. Budiana SIP Msi mengatakan, mengingat besarnya pengaruh paparan dari ketiga masalah itu bagi masa depan generasi muda Indonesia, sehingga dibutuhkan berbagai upaya nyata dari institusi pendidikan dalam menangkal sedini mungkin terhadap pengaruh negatif tersebut.

"Kami tentunya, selain melalui media kegiatan pemberian materi terkait bahaya dan proteksi dari ketiga faktor itu kepada seluruh sivitas akademika FISIP Unpas agar tidak terjebak, kami pun senantiasa memberikan penguatan akan paham ideologi Pancasila dan NKRI dalam berbagai kesempatan kegiatan baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler," ujarnya usai kegiatan yang bertajuk "Membentuk Generasi Emas Tanpa Narkoba", di Aula Balai Sartika, Jalan Suryalaya, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019).

Mahasiswa Baru Utama Dibekali Pendidikan Karakter, Nasionalisme, Proteksi Radikalisme & Terorisme

Ia menuturkan, selain ketiga masalah tersebut, pihaknya pun menekankan agar generasi muda dapat secara bijak memanfaatkan teknologi digital, khususnya sosial media. Terlebih banyak informasi yang berkembang dan belum tentu kebenarannya.

Menurutnya, berdasarkan banyak kajian yang menyebutkan bahwa, paham radikalisme dan terorisme disinyalir kerap di sebarluaskan melalui pemanfaatan media sosial, termasuk berita hoax, sehingga diperlukannya budaya saring sebelum sharing terhadap setiap informasi yang diterima kepada total 6000 orang mahasiswa FISIP Unpas secara keseluruhan.

"Maka kami, khususnya Pak Wakil Dekan 3 bidang kemahasiswaan selalu mengupayakan untuk meminimalisir setiap gerakan maupun potensi radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus. Bahkan, salah satunya kami juga kerap menggelar diskusi atau FGD dengan mengundang BNPT sebagai salah satu narasumbernya," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Wakil Dekan 3 Bidang kemahasiswaan FISIP Unpas, Drs H. R. Sumardhani MSi menambahkan, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru ini berlangsung selama dua hari hingga Kamis (5/9/2019).

3.067 Mahasiswa Baru Unisba Jalani Prosesi Taaruf, Pengenalan Kampus dan Bentuk Soft Skill Mahasiswa

Ia pun menjamin bahwa selama kegiatan berlangsung tidak akan ada kegiatan yang mengarah pada tindak perploncoan, seperti yang viral di perguruan tinggi lain beberapa waktu lalu.

"Jangankan ospek dengan kekerasan, seperti yang sedang viral, membentak saja tidak  diperbolehkan, karena kami sudah meminta kepada BEM selaku pelaksana kegiatan dalam tekmet (technical meeting) untuk tetap bersikap humanis kepada adik-adik angkatannya, karena kami ingin menciptakan generasi intelektual yang diharapkan bisa membangun bangsa Indonesia," ujarnya di lokasi yang sama.

Selain itu, sejumlah materi yang telah dipersiapkan dalam kegiatan ini, erat kaitan korelasinya dengan relevansi fenomena yang sedang ramai di masyarakat saat ini, yaitu, narkoba, radikalisme, dan terorisme. Sehingga melalui pembekalan ini, pihaknya berharap agar para generasi muda ini dapat menyikapi dan memproteksi dirinya dari bahaya negatif tersebut.

"Harapannya, setelah mereka mendapat pembekalan ini dan ditambah penguatan akhlak di lingkungan keluarga, untuk narkoba ini jangankan mencoba, untuk membayangkannya saja sudah tidak boleh," katanya. (Cipta Permana)

Sifat Asli Muhtar Amin Diungkap Tetangga, Mahasiswa S2 ITB yang Bunuh Diri Itu Sempat Ketemu Pak RT

Mahasiswa S2 ITB yang Gantung Diri Dikenal sebagai Mahasiswa Berprestasi, IPK Hampir Sempurna

Ketua RT Sebut Mahasiswa S2 ITB yang Bunuh Diri Rajin Beribadah dan Jarang Bicara

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved