Blitar Bandung United

Bandung United Dikalahkan PSPS, Liestiadi Mencak-mencak Lihat Wasit dan Asistennya Berlaku Tak Adil

Blitar Bandung United dikalahkan PSPS Riau. Liestiadi mencak-mencak lihat wasit dan asistennya berlaku tak adil.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Blitar Bandung United vs PSGC. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bandung Blitar United menelan kekalahan dari tim tuan rumah PSPS Riau dengan skor 0-1, pada pertandingan Liga 2 2019 di Kaharudin Nasution, Pekanbaru, Selasa (3/9/2019).

Gol tunggal PSPS Riau diciptakan oleh Riki Dwi Saputro pada menit ke-48.

Dengan kekalahan ini, posisi Blitar Bandung United di klasmen sementara Liga 2 2019 grup barat masih tertahan di posisi sembilan dengan poin 10.

Pelatih Bandung Blitar United, Liestiadi, menganggap wasit tak berlaku adil pada laga kali ini.

Meskipun menurutnya, pertandingan sebenarnya berjalan seimbang.

"Terus terang tadi pertandingan berimbang. Tapi banyak keputusan wasit, walaupun tidak drastis bagaimana dia menggiring supaya pertandingan ini menguntungkan tuan rumah. Lalu bagaimana asisten wasit satu mengajari pemain PSPS saat bermain bilang jangan pelanggaran, jangan pelanggaran. Mana boleh bicara itu AW1? Jangan ada pelanggaran, sabar, loh, dia pelatih atau AW1," ujar Liestiadi dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.

Liestiadi menambahkan, gol PSPS yang diawali tendangan sudut seharusnya tak terjadi andai wasit bisa lebih cermat dalam mengambil keputusan.

Mantan pelatih PSM Makassar ini menyebut keputusan wasit banyak yang membuat pemainnya frustasi menjalani pertandingan.

"Demi Tuhan demi Allah coba tanya dia, main PSPS lawan Bandung United 0-0, tapi permainan kami gimana? Kelakuan wasit gimana? Fair. Bona Simanjuntak, pelanggaran, AW ada offside, tidak ada protes dari kami. Tanya dia, tapi kenapa kami didzalimi sama wasit. Saya mau protes terus ofisial PSPA bilang, kami di Persiraja dikerjai, loh," ucapnya.

"Jangan balas dendam sama kami. Kami kemarin di sana main bagus, berkualitas, edukasi pemain. Jangan kami di sana bagus di sini malah didzalimi. Jangan begitu. Ini kompetisi, ada promosi dan degradasi, tapi coba sehatlah, demi anak-anak kita juga, demi generasi," katanya.

Menurutnya, ketika tim lain bertandang ke Bandung, tak pernah ada keluhan soal kepemimpinan wasit.

Pertandingan di Bandung, kata Liestadi, selalu berjalan fair, baik tim tuan rumah maupun tamu.

"Wasit mengajari yang tidak benar. Kalau orang tua mengajari tidak jujur, anak ke depan tidak jujur, hancur sepak bola Indonesia. Semoga wasit yang memimpin tadi anak istrinya sehat walafiat dan tidak ada masalah. Kalau dia tidak jujur itu dosa dia," ujarnya.

Di samping itu, pada pertandingan ini, Liestiadi tidak memainkan Puja Abdilah sejak menit awal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved