Senin, 13 April 2026

Ini Latar Belakang Ratusan Orang Menari Ketuk Tilu di Gedung Sate

Sedikitnya 700-an penari perempuan berkebaya warna-warni menari tarian Ketuk Tilu di Halaman Gedung Sate

Penulis: Haryanto | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Haryanto
Ratusan wanita usai menari ketuk tilu di Halaman Gedung Sate, Bandung pada Minggu (1/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sedikitnya 700-an penari perempuan berkebaya warna-warni menari tarian Ketuk Tilu di Halaman Gedung Sate, Bandung pada Minggu (1/9/2019) pagi.

Kegiatan menari secara bersama-sama itu digagas oleh Komunitas Rumpun Indonesia. Tujuannya yaitu meningkatkan rasa nasionalisme, mencintai kebudayaan hingga menghargai keberagaman.

Ketua komunitas Rumpun Indonesia, Marintan Sirait menjelaskan bahwa pemilihan jenis tarian tersebut pun memiliki latar belakangnya sendiri.

"Sebenarnya Ketuk Tilu itu merupakan tarian cikal bakal dari Tarian Jaipong. Jadi, kami angkat kembali sesuatu yang barangkali sudah mulai terlupakan dan belum menjadi sebuah tarian yang memasyarakat di Bandung atau Jabar," kata Marintan saat ditemui usai kegiatan.

Diketahui bahwa Ketuk Tilu adalah tarian rakyat di wilayah Priangan yang masuk dalam
kategori tari pergaulan.

Suporter Timnas Meradang Harga Tiket Indonesia vs Malaysia Mahal, Simon McMenemy Bilang Seperti Ini

Tari Ketuk Tilu memiliki gerakan dinamis didasari gerakan pencak silat, yang mengandung unsur tarian, nyanyian, dan tetabuhan.

Istilah ketuk tilu merujuk pada tiga buah ketukan alat musik bonang sebagai pengiring utama
dengan pola irama rebab diiringi dua kendang.

Dahulu, Tarian Ketuk Tilu ini ada dalam upacara menyambut musim panen padi yang bertujuan untuk mensyukuri serta memohon keselamatan dan kesejahteraan.

Dengan demikian, dia berharap masyarakat bisa banyak mengetahui tarian tradisional khas budaya Sunda lainnya, selain Jaipong.

Sebab, meski didominasi oleh ibu-ibu, tidak sedikit pula para penari yang masih berusia muda pada gelaran tersebut.

"Kita harus terus memelihara rasa cinta budaya, khusunya menanamkannya ke masyarakat di usia muda," ujarnya menambahkan.

Setelah menggelar tarian tradisional secara bersama-sama di Bandung dan sebelumnya digelar di Jakarta sebagai inisiator.

Marintan mengaku kegiatan serupa akan digelar di sejumlah kota lainnya di Indonesia di kemudian hari.

Disnakertrans Sebut Masih Banyak TKW Unprosedural Asal Cirebon di Arab Saudi Belum Kembali

"Lalu (nanti) menyusul di Medan, Makasar, Ambon, Aceh dan Papua. Termasuk di luar negeri seperti di Oakland dan Washington DC. Setiap daerah menarikan tarian tradisional masing-masing daerah," ucap dia.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved