Dukung Reposisi Kurikulum SMK, Anggota DPRD Terpilih Ini Dorong Pelatihan Wirausaha untuk Bobotoh

Anggota DPRD Jawa Barat terpilih periode 2019-2024, Tobias Ginanjar, mendukung langkah Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mereposisi kurikulum di SMK

Dukung Reposisi Kurikulum SMK, Anggota DPRD Terpilih Ini Dorong Pelatihan Wirausaha untuk Bobotoh
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Ilustrasi: Bobotoh mendukung Persib Bandung saat lawan Sriwijaya FC dalam partai pembuka Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (16/1/2018). Persib Bandung menang tipis 1-0. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat terpilih periode 2019-2024, Tobias Ginanjar, mendukung langkah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mereposisi kurikulum di SMK.

Cara ini dinilai sangat harus dilakukan agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kabutuhan dan perkembangan industri.

Menurut Tobias, selama ini banyak lulusan SMK yang tidak terserap dunia kerja.

"Lulusan SMK banyak yang menganggur. Padahal orang masuk SMK itu ingin dapat kerja," katanya di Bandung, Kamis (29/8/2019).

Dia menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempunyai peran yang besar untuk memperbaikinya karena memiliki kewenangan penuh terhadap SMK.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman saat pidato pada upacara bendera merah putih di SMK Nurul Islam, Cianjur, Senin (8/4/2019).
Ilustrasi:  Sejumlah siswa saat upacara bendera merah putih di SMK Nurul Islam, Cianjur, Senin (8/4/2019). (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Tobias pun memuji langkah Emil yang menggandeng industri untuk mereposisi kurikulum sekolah vokasional tersebut.

"Pemerintah memang harus menjalin kerja sama dengan sektor swasta dalam hal ini pelaku usaha. Selain reposisi kurikulum, ini juga penting agar bisa memastikan lulusan SMK bisa terserap dunia kerja," katanya.

Selain merevitalisasi SMK, dia pun meminta pemerintah dan pihak terkait lainnya agar lebih sering memberi pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda.

Ini sangat erat kaitannya dengan bonus demografi yang dialami Indonesia pada 2030 mendatang.

Jika tidak dikelola dengan baik, menurutnya, ledakan jumlah penduduk berusia produktif ini akan menjadi ancaman.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved