Istri Narapidana Terorisme Dapat Bantuan Mesih Jahit dari Polisi, Mau Dipakai Bikin Celana Legging
Istri terpidana kasus terorisme perencanaan pemboman Stadion GBLA dan Cafe Braga Permai, Yuki Chandra
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Istri terpidana kasus terorisme perencanaan pemboman Stadion GBLA dan Cafe Braga Permai, Yuki Chandra mendapat bantuan mesin jahit listrik dari Polres Bandung dan pengusaha konfeksi di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Selasa (27/8).
Bantuan itu juga difasilitasi Kapolsek Ibun, Iptu Carsono serta pemerintahan di jajaran Kecamatan Ibun.
Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan, pemberian bantuan ini untuk kembali memberdayakan ekonomi keluarga napi terorisme.
"Kedatangan kami kali ini bekerja sama dengan Satgas Wilayah Densus 88 Mabes Polri Wilayah Jabar memberikan bantuan mesjin jahit untuk keluarga napi terorisme," ujar Indra.
Terpidana Yuki Chandra divonis 3 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Tindak Pidana Terorisme pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 2017. Yuki meninggalkan istri bernama Kesa (21) dan anak berusia tiga tahun.
• Polisi Cianjur yang Terbakar, Ipda Erwin Kerap Mengaji Selepas Subuh, Kematian Burung Jadi Pertanda
Selama ditinggal suami, Kesa dibantu orangtua untuk menjalani kesehariannya.
"Kesa mulai menjalani bisnis konfeksi menjahit celana legging. Harapan kami setelah Yuki nanti keluar, bisa memulai usaha ini bersama-sama," ujar Kapolres.
Ia juga berpesan kepada masyarakat sekitar untuk menerima kembali Yuki setelah menjalani pidana.
"Harapan kami yang bersangkutan bisa kembali ke NKRI karena akan segera bebas dalam waktu dekat. Kami juga berharap masyarakat sekitar bisa menerima kembali," ujar Kapolres.
Kesa mengaku selama ini sudah tiga kali menjenguk suaminya di Lapas Gunung Sindur. Selama ditinggal suami, ia mengaku tegar.
"Alhamdulillah kuat. Selama ini dibantu orangtua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya sudah bertemu suami di Bogor, dia mengingatkan untuk selalu kuat," ujar Kesa.
• BREAKING News, Persib Bandung Punya Kiper Anyar, Datangkan Kiper Asal Kuningan Dhika Bayangkara
Kesa tinggal di rumah anti gempa, terbuat dari kayu, berdinding bilik berlantai papan. Ukurannya sekitar 10 meter persegi. Mesin jahitnya sudah berdiri di tengah rumah.
"Saya dibantu kakak ipar untuk belajar membuat konfeksi leging. Kebetulan dibantu sama Pak Polisi," ujar Kesa.
Salah satu anggota Satgaswil Densus 88 Jabar yang hadir pada pemberian bantuan namun enggan disebutkan namanya mengatakan, Yuki sempat turut membantu Agus Wiguna menyiapkan bom seberat 5 kg.
Bom itu disimpan di kontrakan Agus Wiguna. Rencananya, bom akan diledakan di Stadion GBLA serta cafe Braga Permai. Selain membantu, Yuki juga direncanakan sebagai orang yang akan melakukan pemboman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kapolres-bandung-akbp-indra-hermawan-menyerahkan-bantuan-mesin-jahit.jpg)