Yusdik Suka Ngamuk Tanpa Sebab, Padahal Sudah Dirawat di Rumah Sakit dan Pengobatan Alternatif
Yusdik (30), pemuda yang menderita gangguan kejiwaan, ternyata sudah pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Yusdik (30), pemuda yang menderita gangguan kejiwaan, ternyata sudah pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya.
Sayangnya, penyakit kejiwaannya kembali muncul dan membuatnya sering kehilangan kendali diri.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Mekarsari, H Dudung, ketika ditemui Tribun Jabar di Dusun Manglayang RT 01/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Senin (26/8/2019).
"Sudah pernah dibawa ke rumah sakit jiwa yang di Lembang, " ujar H Dudung.
H Dudung mengatakan, Yusdik pernah dirawat di rumah sakit di Lembang tersebut selama beberapa waktu.
Sang ayah, Ujun Juharudin (59), pun mengatakan kesehatan mental sang putra membaik setelah dirawat di rumah sakit tersebut.
• Kiper Tambahan Persib Bandung, Tidak Tua Tidak Muda, Pernah Main di Liga 1, Siapa Yah?
Sayangnya, saat dibawa pulang, Yusdik justru kembali memburuk dan kembali sering mengamuk tanpa sebab.
"Padahal waktu di rumah sakit itu sudah baik, sudah bisa diajak berbicara lah," ujar Ujun.
Selain itu, Yusdik pun sudah pernah dibawa berobat ke pengobatan alternatif di Rancakalong, Kabupaten Sumedang, namun tak membuahkan hasil.
"Pokoknya saya sudah habis semuanya, tapi masih begini-begini saja anak saya," ujarnya.
H Dudung sendiri berharap Yusdik dapat disertakan sebagai peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bukan hanya BPJS.
"Keinginan saya sih itu karena kan sakitnya menahuh, inginnya bisa didaftarkan KIS, kan kalau KIS nasional," ujarnya.
• Ini Kalimat Terakhir Ipda Erwin kepada Bupati Cianjur, Anak Almarhum Bakal Dipekerjakan di Pemkab
Sebelumnya diberitakan, yusdik menikam orang pada Senin (19/8/2019) lalu. Orang yang ditikam Yusdik adalah tetangga dusun yang melintas menggunakan sepeda motor.
Beruntung orang tersebut tidak mengalami luka dalam hingga membahayakan nyawa, namun tetap mendapat beberapa jahitan.
Ujun Juharudin mengatakan, Yusdik tiba-tiba menikam tetangganya tersebut karena berhalusinasi tetangganya menantangnya, padahal kenyataannya hanya melintas.
"Terpaksa dipasung, takut membahayakan orang sekitar soalnya," ujar Ujun Juharudin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/yusdik-pemuda-sakit-jiwa-dipasung-di-sumedang-w.jpg)