Medsos Antarkan Ki Warsad Darya Raih Maestro Pelestari Seni Tradisi Golek Cepak
Ki Warsad Darya (80) tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang maestro pelestari seni budaya
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ki Warsad Darya (80) tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang maestro pelestari seni budaya, baginya terus berkreasi melestarikan kesenian di daerahnya sudah menjadi jalan hidup yang mesti dia lakoni.
Dalam waktu dekat ini, dalang sepuh Wayang Cepak Indramayu, Ki Warsad Darya akan dinonatkan sebagai Maestro Pelestari Seni Tradisi Golek Cepak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 10 Oktober 2019.
"Saya ini orang kecil, orang biasa tapi karena bukan pahlawan atau pejuang, bukan juga pegawai negeri yang bisa berjuang memakmurkan negara, sebagai seorang seniman saya ingin berjuang melestarikan budaya, karena kalau bukan kita siapa lagi," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Sanggar Jaka Baru di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/8/2019).
Dirinya menceritakan, peran media sosial sangat berpengaruh dalam kariernya hingga mendapat rekomendasi sebagai maestro pelestari seni wayang cepak.
• Kenangan Terakhir Lettu Inf Angga, Nyanyi Lagu Romantis, Tewas Tertabrak 9 Hari Jelang Pernikahan
"Mereka datang dari Jakarta, bilang saya mau dinobatkan jadi maestro, saya tanya kok bapak bisa tahu saya, dia bilang dari media sosial facebook," ujar dia.
Perasaan haru dan senang terlihat dari mimik wajah pria paruh baya yang akrab disapa Ki Warsad itu.
Meski hanya memiliki sanggar sederhana berbilik bambu, dirinya mengatakan semakin optimis kesenian tradisional akan tetap eksis walau zaman terus berkembang.
Demi menjaga kelestarian budaya itu, dirinya sangat mempersilahkan kepada siapa pun untuk berkunjung ke Sanggar Jaka Baru miliknya.
Mereka dapat belajar semua jenis kesenian tradisional, seperti karawitan, mengukir topeng, membuat wayang, dan lain sebagainya.
Sementara itu, bendahara Sanggar Jaka Baru, Sucipto (35) menambahkan, mereka yang datang ke sanggar bebas belajar sepuasnya.
Pihaknya akan dengan senang hati mengajari mereka yang memiliki keinginan untuk mempelajari seni budaya.
"Kita belajar sama-sama di sini, pernah ada guru yang datang ingin mengajarkan kesenian kepada anak-anak nanya biayanya berapa, saya bilang seikhlasnya yang penting anak-anak mau belajar," ucap dia.
Dirinya berpendapat, Ki Warsad Darya adalah panutan yang harus menjadi contoh. Kegigihannya dalam melestarikan seni dan budaya Wayang Cepak Indramayu menggerakan hatinya untuk mengikuti jejak hidup Sang Calon Maestro.
• Tiket Persib Bandung vs PSS Sleman Sudah Bisa Dibeli, Laga Terakhir Menguras Emosi Bobotoh
Sucipto berharap, setiap sekolah bisa menyisikan jam pelajarannya untuk mempelajari kesenian tradisional lebih dalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dalang-wayang-golek-cepak-ki-warsad-darya.jpg)