Kesal di Tempatnya Bekerja, Koki Ini Rencanakan Penembakan Massal dan Simpan Senjata di Rumah
Merasa kesal, seorang pria bernama Rodolfo Montoya (37), seorang karyawan hotel Marriott Long Beach, diduga merencanakan aksi penembakan massal di tem
TRIBUNJABAR.ID, LOS ANGELES - Merasa kesal, seorang pria bernama Rodolfo Montoya (37), seorang karyawan hotel Marriott Long Beach, diduga merencanakan aksi penembakan massal di tempatnya bekerja.
Akhirnya Montoya pun ditahan polisi.
Dilaporkan, Montoya pernah mengungkapkan niat aksi penembakan massal kepada rekan kerjanya.
Kepada rekannya itu, Montoya mengatakan bahwa dia merasa marah dan ingin melepaskan tembakan ke tempat kerjanya dan kepada siapa pun yang menghalangi jalannya.
Rekannya menanggapi ancaman itu dengan serius dan melaporkannya kepada seorang manajer, yang kemudian menghubungi polisi.
• Pelaku Penembakan Massal Texas Akui Sasar Orang Meksiko dalam Aksinya
Montoya ditahan di kediamannya, pada Selasa (20/8/2019).
Selain menahan tersangka, polisi juga menggeledah tempat tinggal Montoya dan menemukan koleksi senjata yang tak biasa.
Polisi menemukan bermacam-macam senjata, termasuk senapan AR-15, yang mana Montoya tidak berwenang memiliki di negara bagian California.
Tipe senjata itu kerap digunakan dalam kasus penembakan massal di AS.
Selain itu pihak berwenang juga menemukan senjata api lain, ratusan amunisi, serta perlengkapan taktis.
"Tersangka Montoya memiliki rencana, niat, dan sarana yang jelas untuk melakukan tindak kekerasan yang mungkin mengakibatkan insiden korban massal," kata Kepala Kepolisian Long Beach, Robert Luna, kepada wartawan dalam konferensi pers.
Menurut hasil penyelidikan awal, Montoya adalah seorang koki. Dia merasa kesal karena aktivitas di tempat kerjanya baru-baru ini yang berkenaan dengan sumber daya manusia.
• Korban Penembakan KKB di Jayawijaya Pratu Sirwandi Gugur, Derita Luka Tembak di Dada dan Perut
"Yang dilakukan manajer hotel telah menyelamatkan banyak nyawa, tidak hanya dari karyawan hotel, namun juga para pelanggan yang kemungkinan akan berada di Marriott saat tersangka memutuskan untuk muncul," lanjut Luna.
Laporan yang berujung pada penangkapan tersangka itu terjadi setelah insiden penembakan massal di AS awal bulan ini, yang terjadi di dua lokasi terpisah, yakni El Paso, Texas dan Dayton, Ohio, yang menewaskan total 31 orang.
Presiden Donald Trump, menyusul dua insiden penembakan yang hanya selang beberapa jam itu, mengatakan akan mendukung perluasan pemeriksaan latar belakang terhadap calon pembeli senjata.
Namun Trump menolak langkah pelarangan total penjualan senapan serbu. Langkah tersebut juga ditentang oleh Asosiasi Senapan Nasional (NRA). (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)
• 1 Hari, 2 Penembakan Massal Terjadi di AS, di Texas Tewaskan 20 Orang, di Ohio Tewaskan 9 Orang