Angin Kencang Kembali Melanda Cirebon, Kecepatannya 56 KM Perjam, Harus Pakai Jaket Tebal

Angin kencang kembali melanda Wilayah III Cirebon, Senin (19/8/2019).Bahkan, kecepatan angin tersebut diprediksi mencapai 56

Angin Kencang Kembali Melanda Cirebon, Kecepatannya 56 KM Perjam, Harus Pakai Jaket Tebal
Wahyudi Utomo
Ilustrasi Angin Kencang

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Angin kencang kembali melanda Wilayah III Cirebon, Senin (19/8/2019).

Bahkan, kecepatan angin tersebut diprediksi mencapai 56 kilometer perjam.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Iziyn, memprediksi peningkatan kecepatan angin di Wilayah III Cirebon berlangsung hingga beberapa hari ke depan

Karenanya, pihaknya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menghadapi dampak angin kencang itu.

"Dampaknya itu di antaranya, pohon tumbang, kebakaran lahan atau hutan, banyak debu, dan lainnya," ujar Ahmad Faa Iziyn saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Senin (19/8/2019).

Penampakan Sampah di Sungai Cisangkan Kota Cimahi Ngeri Banget, Tak Tersisa Ruang Sejengkal Pun

Selain itu, ia meminta masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan untuk mewaspadai adanya gelombang tinggi di lautan.

Sebab, angin kencang tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan Cirebon dan Indramayu hingga lebih dari 1,5 meter.

"Kami juga mengimbau warga Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan untuk menjaga kondisi tubuhnya," kata Ahmad Faa Iziyn.

Ia mengatakan, angin kencang juga bisa berdampak negatif bagi kesehatan tubuh manusia.

Menurut dia, masyarakat yang akan bepergian terutama mengendarai motor diminta mengenakan masker dan jaket tebal.

HUT Jabar Diawali Apel Besar, Mantan Gubernur Diberi Kesempatan Sampaikan Petuah

"Berdasarkan hasil pengamatan pagi ini kecepatan angin umumnya dari arah tenggara ke selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 41 km perjam," ujar Ahmad Faa Iziyn.

Angin kencang itu disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signfikan di wilayah utara dan selatan ekuator.

Selain itu, didukung faktor lokal adanya Gunung Ciremai sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kecepatan angin di Wilayah III Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved