Selamatkan Hewan Langka dari Kepunahan, Bandung Zoo Peringati Kampanye #ActionIndonesia
Ada yang berbeda dengan pemandangan Bandung Zoo di hari Minggu (18/8/2019) karena adanya kampanye #ActionIndonesia.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ada yang berbeda dengan pemandangan Bandung Zoo di hari Minggu (18/8/2019) karena adanya kampanye #ActionIndonesia.
Kampanye ini dilakukan di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya menjaga kelestarian satwa-satwa langka di Indonesia dan menyelamatkannya dari kepunahan.
Kampanye #ActionIndonesia ini dipersembahkan oleh World Assocoation of Zoos and Aquarium (WAZA) dengan satwa langka asal Indonesia yang dikelola adalah Banteng Jawa, Anoa, Babirusa dan Harimau Sumatera.
Empat satwa langka Indonesia yang difokuskan dalam program rencana global pengelolaan jenis karena spesies tersebut tercatat mengalami penurunan populasi disetiap tahunnya dan sudah terancam kepunahan.
Humas Bazoga, Aan Sulhan mengatakan saat ini sudah tercatat 15 organisasi di Indonesia dan Asia, yaitu 10 Organisasi di Eropa dan 13 organisasi di Amerika dan Kanada yang telah telah tergabung dalam kegiatan ini dan diharapkan akan terus meningkat setiap waktu.
• Bupati Bandung Pakai Kostum Arjuna, Kapolres Pakai Kostum Bima, Begini yang Dilakukannya di Lapangan
"Di kegiatan ini pengunjung Bazoga diberikan edukasi supaya semakin mengenal akan satwa-satwa langka asli Indonesia," ujar Aan di Bazoga, Jalan Kebun Binatang No 6, Minggu (18/8/2019).
Pengunjung bisa melihat dan mendapatkan edukasi secara langsung dengan suguhan informasi berupa papan informasi, meja sentuh, awetan satwa, pembagian stiker, dan melihat pemberian pakan satwa Harimau Sumatera.
Supaya lebih kekinian, kampanye #ActionIndonesia Day juga diramaikan dengan spot selfie dengan latar seperti di hutan dan terdapat gambar satwa lainnya.
"Pengunjung juga bisa berpartisipasi mengambil peran untuk membantu kelestarian satwa langka ini dengan menyumbangkan donasi yang akan dikumpulkan sebagai dana konservasi dan diserahkan ke rencana global pengelolaan.
Ketertarikan pengunjung mulai ramai ketika perawat satwa Harimau Sumatera, memberikan makan berupa daging ayam kepada harimau.
• Kronologi Polwan Jatuh dari Motor Gede, Bripda Monica Terjatuh tapi Motor Gedenya Jalan Terus
Sayangnya karena jam makan harimau yang bernama Wage ini maish terlalu pagi, Wage tampak tidak antusias ketika diberikan daging ayam. Bahkan daging ayam segar tersebut dibiarkan begitu saja di hadapannya.
Selain itu juga pengunjung bisa berinteraksi dengan perawat Wage selama 26 tahun, Dede Dani yang tampak sudah mengenal Wage begitu dekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/harimau-sumatera-wage-26-saat-enggan-diberi-pakan-karena-masih-terlalu-pagi.jpg)