Pedagang Pasar Baru Indramayu Protes, Perkulakan Cipto Gudang Rabat Hanya 300 Meter dari Pasar

Aktivitas dagang di Pasar Baru Indramayu semakin terancam keberlangsungannya dalam dua tahun terakhir

Pedagang Pasar Baru Indramayu Protes, Perkulakan Cipto Gudang Rabat Hanya 300 Meter dari Pasar
tribunjabar/handhika rahman
Ketua Assosiasi Pedagang Pasar Baru Indramayu Adang Wahyudi (paling kiri) saat menunjukan bukti pelanggaran jarak yang dilakukan Cipto Gudang Rabat, Minggu (18/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Aktivitas dagang di Pasar Baru Indramayu semakin terancam keberlangsungannya dalam dua tahun terakhir.

Hal tersebut dikarenakan adanya perusahaan retail Cipto Gudang Rabat yang berada dekat dengan lokasi pasar.

Ketua Assosiasi Pedagang, Adang Wahyudi mengatakan, kondisi Pasar Baru Indramayu sekarang ini sudah seperti mati suri.

"Jadi kami bukan melarang mereka berjualan, tapi yang dilarang itu jangan berdekatan," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Pasar setempat, Minggu (18/8/2019).

Ia mengatakan, Cipto Gudang Rabat adalah perusahaan jenis perkulakan dan masuk kategori pasar modern.

Jelajah Rasa Aneka Mie Kocok di Tenan Mie Kocok Luna, Pakai Sumsum Sapi Asli dan Ada Baksonya

Sedangkan dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2011 tentang perlindungan pemberdayaan pasar tradisional menjelaskan bahwa perusahaan modern tidak diperbolehkan jaraknya berdekatan dengan pasar tradisional.

Jarak minimal antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern harus berjarak minimal 1.000 meter.

Berdasarkan pantauan Google maps jarak antara Pasar Baru Indramayu dengan Cipto Gudang Rabat hanya berjarak 300 meter saja.

Dirinya menyampaikan, hal tersebut mengancam aktifitas dagang sebanyak 800 pemilik kios di Pasar Baru Indramayu yang kondisinya semakin memprihatinkan.

"Pasar tradisional dengan kondisi seperti ini berhadapan dengan pasar modern jelas akan kalah saing," ujar dia.

Bupati Bandung Pakai Kostum Arjuna, Kapolres Pakai Kostum Bima, Begini yang Dilakukannya di Lapangan

Oleh karena itu, disampaikan Adang Wahyudi, pemerintah sebagai penengah sudah membuat peraturan untuk melindungi para pedagang di Pasar Tradisional.

Dirinya dengan tegas meminta, Perda yang sudah dilanggar tersebut dapat cepat disikapi oleh pemerintah daerah.

"Yang kami permasalahkan ini soal zonasi, soal jarak, ini kan jaraknya saja kurang dari 1 kilometer," ucap dia.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved