Ini Filosofi Bendera Merah Putih 105 Meter Karya Warga Desa Banyuasih Sumedang

Bendera Merah Putih raksasa yang dibentangkan para peserta Pawai Perayaan Kemerdekaan Indonesia itu merupakan kebanggaan warga Desa Banyuasih

Ini Filosofi Bendera Merah Putih 105 Meter Karya Warga Desa Banyuasih Sumedang
Tribun Jabar/Seli Andina
Bendera Merah Putih sepanjang 105 meter dibentangkan pada Hari Kemerdekaan Indonesia di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Sabtu 17 Agustus 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Bendera Merah Putih sepanjang 105 meter dibentangkan pada Hari Kemerdekaan Indonesia di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Sabtu 17 Agustus 2019.

Diketahui, bendera Merah Putih raksasa yang dibentangkan para peserta Pawai Perayaan Kemerdekaan Indonesia itu merupakan kebanggaan warga Desa Banyuasih.

 Warga Desa Banyuasih membuat bendera Merah Putih khusus untuk pawai perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Rupanya ada filosofi tersendiri kenapa Desa Banyuasih membuat bendera Merah Putih raksasa dan dibentangkan di atas kepala saat pawai.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Banyuasih, Dadang, ketika ditemui Tribun Jabar di Alun-alun Tanjungkerta, Sabtu (17/8/2019).

Sudah 6 Tahun, Warga Sumedang Selatan Pakai Jalan untuk Gelar Upacara Bendera 17 Agustus

Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Bendera Merah Putih Dibentangkan di Gunung Kecapi Sumedang

"Filosofinya ini bahwa kita semua sama-sama berada di bawah naungan bendera Merah Putih, negara Indonesia," ujar Dadang.

Dengan filosofi tersebut, Dadang berharap tak ada warga Desa Banyuasih yang saling bertikai ataupun berseteru karena pandangan yang berbeda.

"Mau pilihannya apapun, mau pandangannya apapun, kita sama-sama warga Indonesia," ukar Dadang.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved