Teroris Penembakan Massal Selandia Baru Sebarkan Ujaran Kebencian dari Penjara, PM Ardern Marah

Dilaporkan AFP Kamis (15/8/2019), salah satu surat itu sampai ke tangan seorang pemuda Rusia bernama Alan yang segera mengunggahnya ke situs 4Chan.

Teroris Penembakan Massal Selandia Baru Sebarkan Ujaran Kebencian dari Penjara, PM Ardern Marah
POOL New via Sky News
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. 

TRIBUNJABAR.ID, WELLINGTON - Meski berada di balik penjara dengan pengamanan tingkat tinggi, teroris penembakan massal di masjid Selandia Baru, Brenton Tarrant, ternyata masih bisa mengirim surat dari balik penjara.

Dilaporkan AFP Kamis (15/8/2019), salah satu surat itu sampai ke tangan seorang pemuda Rusia bernama Alan yang segera mengunggahnya ke situs 4Chan.

Ditulis dalam huruf balok, surat setebal enam halaman itu mendiskusikan perjalanan Brenton Tarrant ke Rusia di 2015, kekaguman pada fasis Inggris Oswald Mosley.

Perdana Menteri Jacinda Ardern yang berjanji tidak akan menyebut nama Brenton Tarrant sangat marah ketika mengetahui surat itu bisa lolos dari departemen hukum.

"Departemen hukum sudah mengakui kesalahan mereka. Sosok ini tidak boleh dapat ruang untuk membagikan pesan kebencian dari balik penjara," kata Ardern di Tuvalu.

Ada Penembakan Masjid di Norwegia saat Jemaah Persiapkan Idul Adha, Nyaris Seperti di Selandia Baru

Kepala Eksekutif Departemen Pembetulan Christine Stevenson mengakui seharusnya surat itu tidak boleh sampai keluar dari penjara dan berakhir di internet.

"Saya secara khusus ingin meminta maaf karena memberikan dampak kepada para korban tragedi yang terjadi pada 15 Maret lalu," demikian penjelasan Stevenson.

Keseimbangan yang Bagus Stevenson menerangkan hak khusus Brenton Tarrant kini dicabut dengan sistem ada ditinjau kembali.

Dia menegaskan pihaknya berusaha mempertahankan keseimbangan yang baik.

"Meski begitu, kami sangat berkomitmen untuk menjamin bahwa individu ini tidak sampai membuat kekacauan dan kerusakan. Baik langsung maupun tak langsung," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved