KAHMI Akan Damping 3 Mahasiswa yang Diamankan Terkait Kasus 3 Polisi Terbakar di Cianjur

Ketua KAHMI Cianjur, Firman Mulyadi, menyampaikan duka yang mendalam atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa tersebut, baik dari kepolisian

KAHMI Akan Damping 3 Mahasiswa yang Diamankan Terkait Kasus 3 Polisi Terbakar di Cianjur
Istimewa
Sejumlah pengunjuk rasa di Cianjur diamankan polisi menyusul insiden 3 polisi terbakar, Kamis (15/8/2019). 

 Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Majelis Daerah Korp Alumni HMI ( KAHMI ) Cianjur memberikan pernyataan atas kericuhan aksi mahasiswa Cipayung yang terjadi di depan Pendopo Kabupaten Cianjur.

Unjuk rasa pada Kamis (15/8/2019) itu berakhir ricuh hingga 3 polisi terbakar.

Ketua KAHMI Cianjur, Firman Mulyadi, menyampaikan duka yang mendalam atas jatuhnya korban dalam unjul rasa tersebut, baik dari pihak kepolisian yang mengalami luka bakar maupun dari pihak mahasiswa.

"Kami mendukung pihak kepolisian untuk mengusut oknum atau provokator yang menyiramkan bensin. Tentu prosesnya harus dilakukan secara objektif, prosedural, dan profesional, dengan tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah," ujar Firman di Cianjur, Jumat (16/8/2019).

Ia juga mengatakan, KAHMI akan memberikan pendampingan hukum dan pembinaan terhadap tiga anggota HMI yang masih dimintai keterangan pihak kepolisian.

Polisi Terbakar Hidup-hidup di Cianjur, Pelempar Bahan Bakar Diduga Ada Dua Orang, Videonya Viral

Detik-detik Polisi di Cianjur Terbakar, Ada yang Lempar Kantong Plastik Hingga Picu Sambaran Api

Tiga mahasiswa tersebut masih diamankan di Polres Cianjur.

Menurutnya KAHMI, ketiga kader tersebut tidak terlibat langsung dengan penyiraman bahan bakar yang mengakibatkan  terbakarnya empat orang anggota kepolisian.

"Kami juga meminta kepolisian untuk memberikan pembinaan atau bahkan teguran pada oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan pada mahasiswa peserta aksi dan menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah," ujarnya.

Ia juga memohon agar semua pihak menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan - pernyataan yang berpotensi memanaskan suasana.

"Sambil bersabar untuk menunggu hasil yang disampaikan oleh aparat penegak hukum," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved