Penyandang Disabilitas Netra Ditolak Saat Bikin Paspor di Bandung, ''Saya Merasa Didiskriminasi''

Yan Gustian Ramdan (41) seorang penyandang disabilitas netra (tunanetra) kecewa bukan kepalang

Penyandang Disabilitas Netra Ditolak Saat Bikin Paspor di Bandung, ''Saya Merasa Didiskriminasi''
tribunjabar/ichsan
Yan Gustian Ramdan 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Yan Gustian Ramdan (41) seorang penyandang disabilitas netra (tunanetra) kecewa bukan kepalang dengan pelayanan dari petugas di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung di Jalan Surapati, Kota Bandung.

Yan Gustian Ramdan, pria warga Gang Bahagia, Jalan Cijeruk, Desa/Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu mengaku ditolak saat hendak membuat paspor.

"Saya merasa didiskriminasi, semua persyaratan telah dipenuhi. Namun saat proses wawancara, pelayanan petugas di kantor imigrasi sangat mengecewakan," kata Yan Gustian Ramdan kepada Tribun di Bandung, Selasa (13/8/2019).

Yan mengatakan, pada Kamis (8/8/2019) ia datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung untuk membuat paspor.

Sejumlah dokumen persyaratan telah disiapkan, namun setelah dicek oleh petugas ternyata masih ada persyaratan yang belum lengkap.

LINK LIVE STREAMING PERSIB Bandung VS BORNEO FC - Pelatih dan Abdul Aziz Kompak Jelang Lawan Borneo

"Saya kemudian melengkapi semua persyaratan itu dan keesokan harinya atau hari Jumat 9 Agustus 2019 saya kembali ke kantor imigrasi untuk menyerahkan dokumen persyaratan yang telah dilengkapi," ujar Yan.

Menurut Yan, setelah dicek kembali dan dinyatakan dokumennya lengkap, petugas kemudian mempersilakan dirinya untuk melanjutkan proses pembuatan paspor ke tahap wawancara.

Dalam proses wawancara oleh petugas di kantor imigrasi, kata Yan, semua hal ditanyakan oleh petugas, termasuk pertanyaan yang menurut Yan tidak ada hubungannya dengan pembuatan paspor.

"Saya ditanya, mau kemana, mau ngapain, sama siapa, pekerjaan saya apa. Semua pertanyaan itu saya jawab. Selanjutnya dia minta paspor dan KTP orang yang saya mau temui di Brunei, ya jelas saya enggak bisa kasih datanya, saya kira itu enggak ada hubungannya dengan pembuatan paspor saya," kata Yan.

HUT ke-74 RI, Ini Kumpulan Kata Bijak Pahlawan Bangsa, dari Bung Karno, Hatta hingga Suta Syahrir

Setelah proses wawancara yang tidak tuntas itu, kata Yan, ia kemudian diarahkan untuk menemui Kepala Seksi Perizinan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung.

Halaman
12
Penulis: Ichsan
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved