Nasib Enzo Zenz Allie di Akademi Militer Telah Diputuskan KSAD, Ini Kata Jenderal Andika Perkasa

Nasib Enzo Zenz Allie yang sempat diujung tanduk tentang statusnya sebagai taruna Akademi Militer ( Akmil) kini telah diputuskan oleh KSAD

Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar (Tribun Jogja dan Youtube/Commando News)
Kronologi Enzo Zenz Allie viral hingga dituduh sebagai simpatisan organisasi terlarang, jejak digitalnya dibongkar. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA — Nasib Enzo Zenz Allie yang sempat diujung tanduk tentang statusnya sebagai taruna Akademi Militer ( Akmil) kini telah diputuskan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa bahwa Enzo tetap berada dalam pendidikan militer yang saat ini sedang berlangsung.

Pihaknya, dikutip dari Kompas.com, telah memberikan tes tambahan dengan menggunakan alat ukur alternatif untuk Enzo dan seluruh taruna Akademi Militer yang sedang melakukan pendidikan di Akademi Militer, Magelang, tersebut.

"Kami memutuskan untuk mempertahankan Enzo dan semua taruna Akademi Militer yang kami terima beberapa waktu lalu," kata Andika dalam konferensi pers yang digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Jejak Digital Enzo Zenz Allie Dibongkar dan Dipermasalahkan, Nasib di Akmil Dipertaruhkan

Kronologi Enzo Zenz Allie Viral Dituduh Jadi Simpatisan Organisasi Terlarang,Jejak Digital Dibongkar

Andika menjelaskan, dalam rekrutmen pihaknya memiliki beberapa alat ukur yang sudah diterapkan sejak lama, dari akademik, kesehatan, jasmani, psikolog, hingga mentalitas ideologi.

Dari hasil alat ukur yang dilakukan, kata dia, pihaknya tidak ada keraguan lagi terhadap 364 taruna Akademi Militer yang telah diterima beberapa waktu lalu itu.

Enzo tetap diterima di Akademi Militer karena alat ukur alternatif yang digunakan memiliki akurasi dan validasi yang sudah digunakan selama 8 tahun.

"Kami lakukan pengukuran Sabtu-Minggu kemarin. Hasilnya dianalisis Senin (12/8/2019) kemarin. Kesimpulannya Enzo, dilihat dari indeks moderasi bernegara, ternyata kalau dikonversi jadi persentase 84 persen atau 5,9 dari maksimal 7. Indeks moderasi bernegaranya bagus," kata dia.

Kendati demikian, kata dia, penilaian terhadap 364 calon perwira itu tetap dilakukan mengingat mereka belum menjadi anggota aktif TNI.

Tahap penilaian terhadap para calon perwira selama masa pendidikan dan tahapannya akan berlangsung selama 4 tahun.

"Maka, selama 4 tahun itu pula, penilaian berlaku dan memang tidak semuanya berhasil," kata dia.

Enzo Zenz Allie, seorang warga negara Indonesia keturunan Prancis, berhasil masuk sebagai calon Taruna Akademi TNI tahun 2019.
Enzo Zenz Allie, seorang warga negara Indonesia keturunan Prancis, berhasil masuk sebagai calon Taruna Akademi TNI tahun 2019. (Tribun Jogja/Rendika F)

Diberitakan sebelumnya, Enzo yang merupakan warga keturunan Prancis diterima sebagai taruna Akademi Militer.

Namun, dari akun media sosialnya diketahui bahwa yang bersangkutan adalah pendukung organisasi yang dilarang pemerintah.

Viralnya Enzo bermula dari video yang beredar di media sosial.

Di video tersebut Enzo terlihat sedang berdialog dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa Perancis.

Setelah video itu viral, sebuah akun Facebook bernama Salman Farus mengunggah informasi mengenai latar belakang Enzo yang diduga simpatisan HTI.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved