Gunung Ciremai Kebakaran, Ini Beberapa Dampak yang Dikhawatirkan Warga

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Gunung Ciremai baru-baru ini menjadi sebuah kekhawatiran sendiri dari sebagian besar warga.

Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar
Warga Desa Argamukti kaki Gunung Ciremai, Pak Oji (kiri) dan Pak Uba (kanan) saat ditemui Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Gunung Ciremai baru-baru ini menjadi sebuah kekhawatiran sendiri dari sebagian besar warga.

Gunung Ciremai kebakaran ini setiap saat membuat warga cemas dan khawatir.

Apalagi, warga yang rumahnya berada langsung di kaki Gunung Ciremai.

Seperti beberapa warga dari Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Mereka mengkhawatirkan dampak yang terjadi kedepannya yang diakibatkan kebakaran di Ciremai.

Apalagi, Desa Argamukti merupakan desa yang berada langsung di kaki Gunung Ciremai yang dapat akses langsung menuju jalur pendakian via Apuy.

Gunung Ciremai Terbakar, Hewan Liar Borpotensi Turun Gunung, Macan Kumbang Masuk Wilayah Majalengka

Seorang warga yang berada di Blok Babakan Kulon, Desa Argamukti, Ojo (56) mengatakan ia beserta keluarga khawatir dengan dampak kebakaran yang terjadi.

Ia menuturkan, kekhawatiran itu yakni kebakaran yang sedang terjadi di Gunung Ciremai merambah luas menuju kawah atau Welirang.

Apalagi, menurutnya kebakaran ini merupakan kebakaran terbesar dan terluas yang terjadi di Gunung Ciremai sepanjang sejarah.

"Jelas saya khawatir, takutnya kebakaran itu sampai ke welirang. Welirang itu kawah yang berada di dasar dari puncak Gunung. Jika itu sampai terjadi, dipastikan Majalengka beserta wilayah lain yang berada di sekitarnya akan hancur," ujar Ini saat ditemui Tribuncirebon.com, Selasa (13/8/2019).

Warga Desa Argamukti, Pak Oji (kiri) dan Pak Uba (kanan) saat ditemui Selasa (13/8/2019).
Warga Desa Argamukti, Pak Oji (kiri) dan Pak Uba (kanan) saat ditemui Selasa (13/8/2019). (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Hal senada juga dikhawatirkan oleh warga lainnya, Uba (48).

Uba mengatakan, kejadian Karhutla di Gunung Ciremai dikhawatirkan akan mengganggu perkebunan miliknya.

Dikatakan Uba, kebakaran yang sudah masuk di hari ke-6 itu mengakibatkan pasokan air untuk kebun miliknya berkurang bahkan nyaris tak ada.

Meski sebelum kebakaran memang pasokan air sudah berkurang, menurutnya selama kebakaran pasokan air menuju perkebunan milik dirinya beserta warga makin parah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved