Biar Nuklir Tak Lagi Menakutkan, Mulai September Warga Bisa Wisata ke Batan

Kecamatan Coblong, Kota Bandung tengah merancang wisata teknologi.Destinasi wisata ini bakal menghadirkan

Biar Nuklir Tak Lagi Menakutkan, Mulai September Warga Bisa Wisata ke Batan
dok.tribun
Sejumlah warga Kota Bandung mengunjungi kantor Badan Tenaga Nuklir Indonesia (Batan) Bandung, Jalan Tamansari 71, Kecamatan Coblong, Kota Bandung Jawa Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kecamatan Coblong, Kota Bandung tengah merancang wisata teknologi.

Destinasi wisata ini bakal menghadirkan kolaborasi antara Pemkot Bandung dengan Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Menurut Camat Coblong, Krinda Hamidipradja program tersebut masih terus menggodok realisasi wisata teknologi tersebut.

"Saat ini masih proses MoU (Memorandum of Understanding) dengan Batan. Mudah-mudahan di akhir September bisa berjalan," ujar Krinda saat Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Selasa (13/8/2019).

Menurut Krinda, memilih Batan agar masyarakat bahkan wisawatan mengetahui mengenai teknologi nuklir.

Persib Bandung vs Borneo FC , Abdul Aziz Bakal Dipercaya Pelatih Isi Satu Slot Pemain Utama

"Agar persepsi terhadap nuklir itu tidak menakutkan, sehingga wisata teknologi seperti ini memiliki informasi yang positif," katanya.

Krinda mengatakan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk pengopersian Bandros (Bandung Tour On Bus) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk membantu promosikan kawasan tersebut.

"Rencananya menggunakan Bandros ke tempat wisata dan akan diarahkan ke Batan. Di sana wisatawan bisa menggali ilmu mengenai nuklir. Sekitar 1-2 jam bisa mengetahui potensi di sana dan menjadi edukasi bagi masyarakat," tuturnya.

Ini Nama-nama Lengkap Anggota DPRD Jabar Terpilih, Gerindra Juara Dapat 25 Kursi

Tak hanya itu, sejumlah lokasi lainnya yang berkaitan dengan teknologi juga bisa masuk dalam wisata ini. Kampus ITB, Kebon Binatang, dan Babakan Siliwangi untuk menjadi pusat wisata.

Krinda mengatakan penduduk yang memiliki KTP Kecamatan Coblong ada 115.000, jumlahnya hampir sama dengan pendatang yang tinggal di apartemen dan kost .

"Jumlah apartemen di Coblong ada 17 apartemen satu apartemen dihuni 400 orang ditambah ribuan rumah kos," ujarnya.

Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved