DKM Al-Murabbi Gunakan Kantung Daging Hewan Kurban Berbahan Singkong dan Besek Modifikasi
Seiring dengan imbauan pemda melarang penggunaan kantung plastik untuk membungkus daging hewan kurban, beragam inovasi pun bermunculan di masyarakat.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seiring dengan diterbitkannya surat edaran Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung terkait imbauan larangan penggunaan kantung plastik untuk membungkus daging hewan kurban, beragam inovasi pun bermunculan di masyarakat.
Untuk menghadirkan kemasan yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik tersebut, panitia kurban di Masjid Al-Murabbi menggunakan bungkusan anyaman bambu menyerupai tempat penyimpanan buah-buahan dan kantung berbahan dasar singkong, sebagai sarana pembungkus untuk membagikan daging hewan kurban.
Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al-Murabbi, Mundarwiyarso mengatakan, selain imbauan pemerintah, upaya menggunakan kemasan anyaman bambu dan kantung berbahan singkong ini, dilatarbelakangi oleh keinginan para pemuda masjid untuk menggalakan program go green di wilayahnya.
Terlebih penggunaan kedua kemasan tersebut lebih murah dan mudah ketika digunakan untuk membungkus daging.
"Upaya menjalankan program go green ini sebenarnya sudah lama terbesit dikalangan para pemuda di masjid ini, mereka awalnya melakukan penghijauan dengan membuat taman dan mengerjaan sesuatu yang bisa berdampak baik pada lingkungan. Dengan masifnya menyuarakan go green yang mereka lakukan selama ini, akhirnya kami masukan upaya itu dalam program kemasan penyembelihan hewan kurban," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Murabbi, Jalan Terusan Prof. Sutami, Kota Bandung, Minggu (11/8/2019).
• 135 Ekor Hewan Kurban Disembelih di Desa Bodelor Cirebon, Puluhan Sapi dan Seratusan Domba
• Pembagian Daging Kurban, Hati-hati dengan Daging Gelonggongan, Ini Cara Mudah Mengetahuinya
Mundarwiyarso menuturkan, kantung berbahan singkong ini lebih efisien dan efektif ketimbang besek kotak coklat yang disarankan oleh pemerintah daerah.
Selain itu, dari segi perbandingan harga, kantung berbahan singkong ini lebih murah ketimbang besek, yaitu Rp 20 ribu untuk 100 buah atau Rp. 200 per buah. Sedangkan harga besek Rp. 2000-3000 per buah.
"Untuk kegunaannya memang sama saja seperti kantung plastik umumnya, cuma kalau tidak dipakai, kantung ini bisa hancur atau terurai sendiri, karena merupakan organik, beda sama plastik biasa yang sulit terurai. Maka dari itu untuk kurban tahun ini kami membeli sebanyak 1200 kantung dengan total harga Rp. 240 ribu, dana ini pun berasal dari jamaah," ucapnya.
• Polres Cimahi Pastikan Wilayah KBB Aman, Tak Ada Gangguan Kamtibmas saat Malam Takbir Iduladha
• Kurban 4 Ekor Sapi, Ayu Ting Ting Libatkan Puluhan Orang untuk Menyembelih Sapi di Rumahnya
Ia menambahkan, meskipun telah menggunkan kantung berbahan singkong, namun pihaknya juga menggunakan wadah lainnya, berupa tempat penyimpanan yang terbuat dari anyaman bambu yang dimodifikasi agar lebih menarik dan dapat kembali dimanfaatkan setelah dicuci bersih.
Dari segi harga memang lebih mahal dari besek biasa, yaitu Rp 35 ribu dan pihkanya membeli sebanyak 60 unit.
"Tempat penyimpanan yang kami sebut besek ini ukurannya lebih besar dan dimodifikasi dengan kain kasa anti serangga, sehingga bentuknya lebih menarik untuk dapat kembali digunakan. Ini merupakan wujud pelayanan prima kami kepada para pengkurban yang telah mempercayakan pengurusan ibadah kurban selama ini ke DKM kami," katanya. (Cipta Permana).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-dkm-al-murabbi-mundarwiyarso-kantung-bahan-singkong-dan-besek-modifikasi-kurban.jpg)