Cegah Peredaran Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon, Kalapas: Pakai X-Ray dan Acak Sinyal Telepon

Kalapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Jalu Yuswa Panjang, menyebut langkah-langkah itu sebagai bagian dari komitmen untuk mencegah peredaran narkoba

Cegah Peredaran Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon, Kalapas: Pakai X-Ray dan Acak Sinyal Telepon
Kompas.com/Cynthia Lova
Ilustrasi-- Petugas Damkar membantu BNN membuka tabung kompresor untuk mencari barang bukti ganja. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Cirebon, mengaku telah melakukan sejumlah langkah antisipasi peredaran narkoba, yang diduga kerap dilakukan oleh narapidana.

Beberapa upaya antisipasi daii pihak Lapas Narkotika Kelas II A Cirebon, adalah melakukan sejumlah SOP pengamanan, mulai dari pengecekan barang menggunakan x-ray hingga pengacakan sinyal telepon.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Jalu Yuswa Panjang, menyebut langkah-langkah tersebut adalah bagian dari komitmen para petugas untuk mencegah peredaran narkoba.

"X-ray dan alat pengacak sinyal semuanya aktif, pada Juli 2019 sudah dicek, semuanya dalam kondisi baik. Waktu itu pun dicek dengan Sat Narkoba Polres Cirebon untuk deteksi narkoba," kata Jalu di Jalan Wijaya Kusuma, Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jumat (9/8/2019).

Tak hanya itu, pihaknya pun berkoordinasi  dengan Satuan Narkoba Polres Cirebon, Polres Cirebon Kota, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon, terkait peredaran narkoba di dalam lapas.

3 Polisi di Sampang Terlibat dalam Jaringan Peredaran Narkoba Internasional

Napi Lapas Kesambi Cirebon Kendalikan Peredaran 200 Kg Ganja, Disembunyikan di 11 Tabung Kompresor

Jalu mengatakan, peredaran narkoba di Indonesia, bukanlah satu masalah yang harus diselesaikan oleh satu institusi, melainkan semua institusi terkait lainnya.

"Narkoba adalah masalah bersama," katanya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan 200 kilogram narkoba jenis ganja dari hasil penggerebekan di kawasan Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pernyataan Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari, 200 kilogram ganja tersebut didapatkan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Batu Tumbuh, Kramat Jati, Jakarta Timur pada pukul 15.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved