Kamis, 7 Mei 2026

Merasa Pengakuan Prada DP Berubah-ubah, Saksi Sidang Pembunuhan Vera Oktaria Kesal

Wiwin kesal lantaran terdakwa Prada DP selalu menyanggahnya. Tidak hanya itu, ia menyebut keterangan Prada DP berubah-ubah.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Wiwin Safitri kasir penginapan Sahabat Mulya saat memberikan keterangan dalam sidang Prada DP di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG - Seorang saksi yang juga kasir Penginapan Sahabat Mulya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Wiwin Safitri, sempat kesal dalam sidang kasus pembunuhan kasir Indomaret Vera Oktaria di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (8/8/2019).

Wiwin kesal lantaran terdakwa Prada DP selalu menyanggahnya. Tidak hanya itu, ia menyebut keterangan Prada DP berubah-ubah.

Wiwin Safitri, dalam kesaksiannya, mengaku, pada Rabu 8 Mei 2019 malam di penginapan Sahabat Mulya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Prada DP menyerahkan uang Rp 200.000 untuk menyewa kamar 06 di lantai 2 bersama kekasihnya, Vera Oktaria Oktaria (21) sebelum ditemukan tewas.

Selain itu, ia juga mengisi buku tamu untuk Prada DP yang saat itu mengaku bernama Doni.

"Saya yang menerima uangnya. Harga sewanya satu malam Rp 150.000. Tapi malam itu dikasih Rp 200.000, karena Rp 50.000 deposit," kata Wiwin.

Mencurigakan Bawa Koper Besar ke Penginapan, Prada DP Mengaku Pindahan Padahal untuk Bawa Jasad Vera

Diungkapkan Wiwin, setelah menyerahkan uang sewa, Prada DP langsung naik ke atas lantai 2 penginapan menuju kamar 06 sembari membawa satu tas.

Sementara, korban Vera Oktaria hanya mengenakan satu tas kecil yang disandingkan di bahu.

Setelah mendengar kesaksian Wiwin, Letkol CHK Khazim sebagai hakim ketua memberikan kesempatan kepada Prada DP dan kuasa hukumnya untuk menanggapi keterangan saksi.

Prada DP lalu membantah keterangan Wiwin soal pemberian uang sewa kepadanya.

"Izin yang mulia, uang sewa itu bukan saya berikan kepada dia. Tapi kepada seorang wanita berjilbab," kata Prada DP.

Mendengar pernyataan itu, Wiwin langsung tampak berang dengan ungkapan yang disampaikan Prada DP.

Sebelum Membunuh Kasir Indomaret Vera Oktaria, Prada DP Pesan Kamar Hotel Pakai Nama Palsu

"Dia ini keteranganya berubah terus, Pak. Ketika rekonstruksi kemarin saya tunjukkan wanita yang katanya berjilbab di penginapan, tapi katanya bukan yang berjilbab, tapi rambut panjang, ini berubah," kata Wiwin kesal.

Usai mendengar sanggahan itu, hakim mencoba meredam Wiwin agar tak tersulut emosi.

Persidangan kembali dilanjutkan, dan Oditur menghadirkan barang bukti berupa sepeda motor, selimut, koper, bahkan buku tamu dari penginapan.

Saat memperlihatkan buku tamu, Prada DP lagi-lagi menyangkal buku itu bukan seperti yang dia lihat saat menginap.

"Tulisan tangan saya di buku itu," ucap Wiwin.

"Saksi, jangan terpancing dengan ucapan terdakwa, biarkan saja," timpal Letkol CHK Khazim. (Kompas.com/Aji YK Putra)

Orang yang Sarankan Prada DP Bakar Jasad Vera Oktaria Ditemukan Tewas Mengapung, Apa Sebabnya?

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved