Megawati Kembali Jadi Ketua Umum PDIP, Perpanjang Rekor Ketum Parpol Terlama

Megawati Soekarnoputri kembali terpilih sebagai Ketua Umum PDIP melalui keputusan di Kongres V PDI Perjuangan di Bali

TRIBUN BALI/RIZAL FANANI
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnopurtri menyampaikan pidato politiknya dalam pembukaan Kongres ke-V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8/2019). Kongres yang akan berlangsung sampai hari Sabtu 10 Agustus 2019 tersebut selain mengagendakan pidato politik Megawati Soekarnoputri juga penyusunan kepengurusan partai. 

Artinya, Megawati telah memimpin partai berlambang banteng itu sekitar 20 tahun.

Ketika nanti terpilih saat kongres, Megawati akan kembali menjadi ketua umum untuk lima tahun ke depan.

"Karena kesadaran organisasi partai menempatkan Bu Mega pada peran yang strategis dan ini satu kesatuan kepemimpinan di dalam kepemimpinan ideologis," kata Hasto.

Megawati juga sempat menjadi Presiden kelima RI periode 2001 hingga 2004, menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

Serba-Serbi Menteri Jokowi, PDIP Dapat Jatah Terbanyak, PKB Setor 10 Nama, PSI Belum Diminta

Prabowo Subianto Hadiri Kongres PDIP di Bali, Sandiaga Uno: Beliau Melihat Ini Peluang . .

Sejak era Orde Baru Jika dilihat lebih jauh ke belakang, maka rekor Megawati sebagai ketua umum partai akan bertambah panjang.

Sebab, dia merupakan ketua umum PDI di era Presiden Soeharto berkuasa.

Megawati Soekarnoputri terpilih dalam Kongres Luar Biasa PDI di Surabay pada Desember 1993.

Ketika itu istri dari Taufik Kiemas itu mendapat dukungan dari 27 DPD PDI untuk alih pimpinan partai berlogo banteng, hingga terpilih sebagai ketua umum periode 1993-1998.

Popularitas Megawati mengancam kekuasaan Orde Baru.

Apalagi, dilansir dari buku Megawati dalam Catatan Wartawan (2017), dia langsung berkeliling Indonesia untuk konsolidasi dan menemui rakyat.

Hal ini menyebabkan dualisme di partai banteng itu terjadi.

Hingga akhirnya, PDI terbelah.

Sebuah kongres PDI di Medan yang didukung Soeharto mengukuhkan kepemimpinan Soerjadi sebagai ketua umum.

Dualisme ini bahkan berujung Tragedi 27 Juli 1996.

Ketika itu, DPP PDI yang dikuasai oleh pendukung Megawati berusaha diambil alih oleh pendukung Soerjadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved