Luas Lahan Puso di Indramayu Sudah Mencapai 7.500 Hektare Sawah
Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu mencatat luas areal pertanian yang mengalami gagal panen atau puso di Kabupaten Indramayu
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu mencatat luas areal pertanian yang mengalami gagal panen atau puso di Kabupaten Indramayu sudah mencapai kurang lebih 7.500 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid mengatakan, data tersebut merupakan data terakhir yang dicatat Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu per 5 Agustus 2019.
"Sekitar 7.500 hektare lahan lainnya juga mengalami kekeringan, baik kekeringan berat, sedang maupun ringan," ujar dia kepada awak media saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Indramayu, Rabu (7/8/2019).
Adapun areal tanaman padi yang sudah mengalami puso itu di antaranya tersebar di Kecamatan Kandanghaur, Losarang, Gabuswetan, Kroya dan Gantar.
Meski lahan puso di Kabupaten Indramayu makin meluas, kesadaran petani untuk mendaftar Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) masih rendah.
• Taufik Hidayat Maju Jadi Wakil Bupati, Dampingi Bupati Indramayu Supendi
• Calon Wakil Bupati Indramayu Ditentukan, DPRD Gelar Rapat Paripurna
Baru di kisaran 50 persen dari total luas tanam yang mencapai sekitar 110 ribu hektare yang diasuransi.
"Padahal kita sudah sosialisasikan. Bahkan pemerintah sudah membantu dengan memberikan subsidi sebesar 75 persen dari premi yang harus dibayarkan oleh petani," ujar dia.
Lanjut Takmid, para petani hanya perlu membayar premi sisanya yang sebesar Rp 36 ribu per hektare dalam satu musim tanam.
Untuk klaim yang akan didapat oleh para petani yang mendaftar AUTP jika mengalami gagal panen, yakni sebesar Rp 6 juta per hektare.
"Petani kadangkala berpikir dua kali, mereka bahkan beranggapan barangkali tidak gagal panen berarti uang mereka hilang," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-kabupaten-indramayu-takmid.jpg)