KH Maimun Zubair Beri Pesan Terakhir kepada Gus Yasin, Begini Isi Pesannya

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin atau Gus Yasin menyampaikan pesan terakhir yang disampaikan ayahnya, KH Maimun Zubair sebelum wafat.

KH Maimun Zubair Beri Pesan Terakhir kepada Gus Yasin, Begini Isi Pesannya
Kolase Tribun Jabar (Kompas dan ISTIMEWA)
Suasana Meninggalnya Mbah Moen KH Maimun Zubair di Mekkah, banyak pelayat berdatangan. 

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengatakan, ia juga mendapatkan kabar dari Mekkah mengenai wafatnya Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Ia mengatakan, kabar tersebut langsung dikonfirmasi putra Mbah Moen, yaitu Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.

"Dikonfirmasi putra Beliau, Gus Yasin, Wagub Jateng," kata Arsul, dikutip TribunJabar.id dari Kompas.com.

Jejak Politik Mbah Moen

KH Maimun Zubair atau Mbah Moen dulu dukung Prabowo, sekarang Jokowi.
KH Maimun Zubair atau Mbah Moen dulu dukung Prabowo, sekarang Jokowi. (Kolase TribunJabar.id (Kompas.com))

Mbah Moen sempat jadi pembicaraan dalam momen Pilpres 2019 lalu.

Kala itu, banyak yang menunggu-nunggu, Mbah Moen akan menjatuhkan dukungan pada siapa, Jokowi atau Prabowo.

Mengingat, Maimun Zubair alias Mbah Moen juga merupakan tokoh politik penting di Jawa Tengah.

Tercatat, Mbah Moen pernah jadi anggota DPRD Rembang selama tujuh tahun, anggota MPR RI mewakili Jateng selama tiga periode, hingga jadi Ketua Dewan Syuro PPP.

Putra Mbah Moen, Taj Yasin, 'diperebutkan' oleh Ganjar Pranowo dan Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018.

Putra Mbah Moen tersebut 'diperebutkan' keduanya untuk jadi calon wakil gubernur.

Hingga akhirnya, Ganjar Pranowo lah yang mendapatkan restu maju bersama Taj Yasin.

Ganjar Pranowo yang merupakan petaha pun menang Pilgub Jateng 2018.

Profil Maimun Zubair, Mbah Moen Hafal Banyak Kitab di Usia Muda, Ulama Sohor yang Besarkan Pesantren

Kemudian di Pilpres 2019, Mbah Moen mendukung paslon Jokowi dan Maruf Amin.

Sebelum datang ke kampanye akbar bertajuk Konser Putih Bersatu di GBK, Jokowi sempat berbincang dengan Mbah Moen dan Habib Luthfi.

Mereka bertemu di sebuah hotel yang jaraknya tak jauh dari lokasi Konser Putih Bersatu di kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (14/4/2019).

Jokowi bahkan mendapatkan hadiah istimewa dari dua ulama karismatik NU tersebut.

Oleh Mbah Moen, Jokowi diberi serban berwarna hijau.

Foto-foto Suasana Meninggalnya Mbah Moen KH Maimun Zubair di Mekkah, banyak pelayat berdatangan.
Foto-foto Suasana Meninggalnya Mbah Moen KH Maimun Zubair di Mekkah, banyak pelayat berdatangan. (Kolase Tribun Jabar (Kompas dan ISTIMEWA))

Mbah Moen juga sempat menunjukkan cara memakai serban tersebut kepada Jokowi.

Di momen Pilpres 2019, sempat tersebar pula video yang menunjukkan Mbah Moen mengajak santri mendukung Jokowi.

Video tersebut rupanya direkam dan diposting oleh Romahurmuziy yang dulu masih menjabat sebagai Ketua Umum PPP.

Di video berdurasi 59 detik itu, Mbah Moen terlihat bersama Jokowi dan Romahurmuziy.

KH Maimun Zubair alias Mbah Moen Ajak Kiai di Tasikmalaya untuk Dukung Jokowi- Maruf Amin

“Ya pasti, saya sampaikan supaya bisa santri-santri itu ya ikut kiai. Pak Jokowi ini orang Jawa dan Islam, dan saya yakin ini akan menjadi besarnya Islam, dan besarnya kemakmuran bangsa,” kata Mbah Moen.

Romahurmuziy kemudian bertanya lagi, siapa pasangan yang didukung Mbah Moen.

KH Maimun Zubair menegaskan, ia memilih Jokowi.

“Ya harus ikut saya, ya pilih Pak Jokowi, siapa lagi yang di samping saya kan Pak Jokowi,” ujar Mbah Moen dalam video tersebut.

Dukungan Maimun Zubair saat momen Pilpres 2019 ini tentu saja jadi perbincangan.

Pasalnya, di Pilpres 2014, Maimun Zubair mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa ketimbang Jokowi dan Jusuf Kalla.

Prabowo bahkan mendapatkan suara tinggi di pesantren Mbah Moen saat itu.

Prabowo - Hatta mendapat 3.223 suara sementara Jokowi yang saat itu menggandeng Jusuf Kalla memperoleh 1.637 suara.

"Saya yakin, Bapak Prabowo dan Hatta nanti akan mendapatkan suara terbanyak dan akan menjadi presiden dan wakil presiden," kata Maimun Zubair kala itu.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved