Minggu, 12 April 2026

Mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan Kerja Sama Pengabdian dan Penelitian di Gambung Kab bandung

Telkom University (Tel-U) bekerjasama dengan Pusan National University Korea Selatan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Pa

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Theofilus Richard

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, PASIRJAMBU - Telkom University (Tel-U) bekerjasama dengan Pusan National University Korea Selatan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Kegiatan pendampingan masyarakat ini bertemakan Beyond Engineering Education (BEE) Project yang digelar Pusan National University dan Ministry of Trade, Industry, and Energy Korea Selatan yang bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi Indonesia dan Korea.

Rektor Telkom University, Adiwijaya, mengatakan bahwa terhitung mulai 1 sampai 10 Agustus nanti, puluhan mahasiswa dari Indonesia dan Korea Selatan ini akan mencari permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat di sekitar Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

"Semua berkolaborasi mendefinisikan problem-problem yang ada di masyarakat, kemudian menyelesaikan problem-problem tersebut sehingga akhirnya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," katanya, di Gambung, Rabu (31/7/2019).

Telkom University Bangun Landmark Tower 19 Lantai, Jadi Gedung Perkuliahan Tertinggi di Jawa Barat

Selain pendampingan kepada masyarakat Desa Makarsari, puluhan mahasiswa dari Korea Selatan dan Indonesia ini juga akan melakukan riset di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Kabupaten Bandung.

Menurutnya BEE, ini merupakan proyek kerjasama dalam bidang engineering, sehingga sebagian permasalahan yang ada di lembaga riset tersebut akan dipecahkan oleh para mahasiswa tehnik.

Contohnya dengan mengembangkan alat-alat sederhana.

"Kami harapkan ini menjadi pilot project, sehingga ke depan bisa membantu permasalahan-permasalahan di daerah lain juga di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara Vice Director Pusan Nastional University, Profesor Seo, mengatakan bahwa pengabdian masyarakat mahasiswa Korea Selatan dan indonesia tersebut dilakukan sebagai wadah untuk menyalurkan ilmu dalam bidang engineering yang didapat di kampus.

"Mereka akan mendefinisikan masalah-masalah di sini dan melakukan desain yang bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat secara bertahap," ujar Seo.

Dengan penyelesaian masalah yang ditawarkan dari hasil riset, diharapkan akan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar juga.

Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Dadan Rohdiana, mengatakan bahwa salah satu masalah yang akan coba dipecahkan oleh para mahasiswa Korea Selatan dan Indonesia yang tergabung dalam BEE tersebut adalah pengidentifikasian klon (varietas) teh hasil riset PPTK.

"Di sini ada 11 klon teh, mahasiswa ini akan membuat tools teknik untuk melakukan identifikasi clon-clon tersebut," ujarnya.

Dengan adanya alat pengidentifikasi klon teh, maka ke depan masyarakat akan mudah membedakan jenis-jenis teh yang tersebar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved