Belasan Ribu Warga Tasik Menganggur, Padahal Banyak Peluang Kerja ke Luar Negeri
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya mencatat sekitar belasan ribu warga usia produktif masih hidup menganggur.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya mencatat sekitar belasan ribu warga usia produktif masih hidup menganggur.
Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, mengatakan berdasar data statistik saat ini, angka pengangguran di Kota Santri berada di angka 6,85 persen.
"Sekitar 11 ribu usia produktif masih di angka pengangguran dari sekitar 700 ribu lebih penduduk yang ada. Persentase menurun dari tahun sebelumnya. Tahun kemarin di angka 6,89 persen," kata Rahmat Mahmuda, Selasa (30/7/2019).
• Ada Stan Khusus untuk Kaum Disabilitas di Job Fair Disnaker Kota Tasikmalaya
Demi menurunkan angka pengangguran, lanjut Rahmat, pihaknya terus berupaya melalui berbagai hal di antaranya membuka bursa kerja yang biasa diselenggarakan dua kali dalam setahun.
"Selain melalui job fair. Kami juga ada tim pengantar kerja yang bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan," kata dia.
Selain itu, lanjutnya, setiap hari informasi lowongan kerja terus diperbarui dan diinformasikan melalui website dan media sosial resmi Disnaker Kota Tasikmalaya.
"Jadi pencari kerja bisa akses loker terbaru melalui website yang kami sediakan," ujarnya.
Di sisi lain, Disnaker Kota Tasikmalaya juga terus berupaya menyerap tenaga kerja yang dibutuhkan bagi perusahaan di luar negeri.
Sejauh ini, kata dia, Pemkot Tasikmalaya telah bekerjasama dengan negara Jepang dan Malaysia dalam hal penyaluran tenaga kerja.
"Per tahunnya ditargetkan 3000 tenaga kerja ke Malaysia, terus 1000 tenaga kerja ke Jepang. Namun masih sulit dan jauh dari target," katanya.
Slot pekerjaan yang dibutuhkan di dua negara tersebut kebanyakan di bidang tenaga operator dan kesehatan.
• Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair 2019 Disnaker Kota Tasikmalaya, Ada 1.100 Lowongan
"Tahun ini saja baru 4 tenaga kesehatan hasil dari training kami ke Jepang. Padahal peluang begitu banyak dalam semua bidang pekerjaan," kata dia.
Ternyata kata dia, animo masyarakat Kota Tasikmalaya untuk bekerja di luar negeri masih kalah ketimbang bekerja di dalam negeri.
"Presentasinya 70 persen masih memilih bekerja di dalam negeri. Karena berbagai alasan di antaranya keterampilan, pendidikan, dan terutama bahasa," lanjutnya.