Kondisi Terkini Gunung Tangkuban Parahu 28 Juli 2019, PVMBG Berikan Rekomendasi Ini untuk Masyarakat

Kondisi terkini Gunung Tangkuban Parahu dijelaskan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Gunung Tangkuban Parahu, Jumat (27/7/2019) 

"Bahkan, saat erupsi terjadi, seismograf kami lurus, berarti tidak ada tanda-tanda kegempaan," ujarnya di Pos Pemantauan Gunungapi Tangkuban Parahu.

Senada dengan Eko, Nia juga memastikan bahwa erupsi ini tak berpotensi memicu pergerakan patahan Lembang.

"Erupsinya kecil. Tak akan mengganggu patahan Lembang," ujarnya.

15 Wisatawan Luka

Sejumlah petugas membersihkan sekitar area wisata Gunung Tangkuban Parahu, Jumat (27/7/2019)
Sejumlah petugas membersihkan sekitar area wisata Gunung Tangkuban Parahu, Jumat (27/7/2019) (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Setidaknya 15 wisatawan terluka saat Gunung Tangkuban Parahu yang tenang tiba-tiba erupsi, selepas Asar, Jumat (26/7/2019).

Asap kelabu membubung tinggi dari Kawah Ratu.

Dalam hitungan detik, langit tiba-tiba gelap diiringi hujan abu vulkanik erupsi Gunnung Tangkuban Parahu.

Para pedagang yang sore itu masih berjualan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu sontak berlarian menyelamatkan diri.

Dalam keadaan panik, para wisatawan berebutan turun, menuju tempat parkir dan bergegas pergi.

"Ada mobil yang ringsek karena nabrak saat turun," kata Acep (32), juru parkir TWA Gunung Tangkuban Parahu, saat ditemui di gerbang masuk Tangkubanparahu, kemarin.
Acep mengatakan, meski belum hari libur, Tangkuban Parahu ramai sepanjang hari kemarin.

"Pengunjungnya lumayan banyak, pada bawa mobil dan motor," kata Acep.

Acep mengatakan, saat hujan abu turun, ia sempat kembali ke atas untuk membantu temannya yang masih ada di sana.

"Saat itu, jalan ke puncak sudah tertutup abu setebal sepuluh sentimeran. Teman saya di atas dagang sweater. Dia panik saat saya datang," ujarnya.

Gambaran kepanikan juga diungkapkan Hendrik (47), salah seorang pedagang.

"Tak lama setelah Kawah Ratu meletus, kondisinya gelap gulita. Kami berlarian menyelamatkan diri. Sejumlah wisatawan berteriak-teriak mencari keluarganya," kata Hendrik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved