Kabar Gembira! Jalan Layang Leuwipanjang-Kopo Dibangun Akhir Tahun
Pemkot Bandung akan menambah jalan layang di beberapa titik di Kota Bandung, secara bertahap.
Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung akan menambah jalan layang di beberapa titik di Kota Bandung, secara bertahap.
"Tahap pertama yang segera dibangun awal tahun 2020, jembatan layang Leuwipanjang-Kopo," ujar Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Sandi Suhendar saat Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kamis (25/7/2019).
Sandy mengatakan pembangunan jembatan layang sebagai upaya untuk menekan angka kemacetan. Terlebih, mengingat pertumbuhan kendaraan yang jumlahnya terus bertambah.
“Di Kota Bandung tiga jalan layang tapi tidak menuntaskan kemacetan secara keseluruhan, karena harus terintegrasi dengan transportasi umum. Tapi ini menjadi upaya untuk mengatasi masalah kemacetan,” ujarnya.
• VIRAL Polisi Nemplok di Kap Mobil yang Melanggar, Ini Penjelasan Kasatlantas Polrestabes Bandung
Sedangkan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Provinsi Jawa Barat, Indra Cahya Kusuma mengatakan, jembatan layang Leuwipanjang-Kopo yang paling memungkinkan untuk segera digarap pada 2020 mendatang. Sebab, hingga kini proses pembebasan lahannya udah mencapai 95 persen.
Indra mengatakan, untuk pengerjaan konstruksi bangunan jembatan layang ini sudah dianggarkan di tahun 2020 nanti. Di luar anggaran pembebasan lahan, kebutuhan biaya pembangunan menelan biaya sebesar Rp 360 miliar.
“Untuk yang pembangunan fly over Kopo-Leuwipanjang, insyaallah bisa dikerjakan tahun depan. Sudah diusulkan program anggarannya untuk tahun depan dan mudah-mudahan bisa selesai 2021,” ujar Indra.
Menurut Indra, pembuatan jembatan layang Leuwipanjang-Kopo ini menggunakan desain box girder yang serupa diterapkan di jembatan layang Pasupati. Desain tersebut memiliki keunggulan tidak memakan banyak lahan ketika membuat persimpangan tidak sebidang.
“Konstruksi ‘bore pile’ untuk bangunan bawah dan bangunan atasnya menggunakan PC-U girder, tapi untuk yang di simpang-simpang kita mau coba mau gunakan desainnya box girder. Dengan penggunaan tipe konstruksi itu memang tidak akan banyak pembebasan lahan,” paparnya.
• Begini Jejak Perjalanan Sabu yang Sampai di Tangan Nunung, Polisi Masih Buru Tiga Tersangka
Indra menuturkan, dari arah barat, jembatan layang ini dibuat di sepanjang ruas Jalan Soekarno-Hatta naik mulai dari sebelum persimpangan Leuwipanjang-Cibaduyut dan akan kembali turun setelah persimpangan Kopo.
“Panjangnya 1,3 kilometer dan ada empat lajur untuk dua arah. Nanti fly over ini melewati dua simpang. Target pembangunannya sekitar 20 bulanan selesai,” tuturnya.
Pembangunan lainnya, jembatan layang keluar Tol Pasteur mulai Surya Sumantri menyambung ke Pasopati dan jembatan layang Buahbatu- Kiaracondong. (tiah sm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/angkot-lewat-begitu-saja-di-hadapan-penumpang-di-terminal-leuwipanjang_20171010_131320.jpg)