Bocah Obesitas Asal Karawang

Begini Proses Operasi Plastik terhadap Aria Permana, Dijelaskan Mendetail oleh Sang Dokter

Aria Permana (13) remaja asal Karawang yang sempat viral beberapa waktu lalu karena memiliki bobot 192 kilogram

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Aria Permana, pasien obesitas asal Karawang mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019). Bocah berusia 13 yang bobot tubuhnya pernah mencapai 192 kg dan sudah menyusut sekitar 106,5 kg itu, akan menjalani operasi bedah plastik tahap pertama yaitu mengangkat kulit bergelambir bagian lengan kanan dan kiri pada hari ini, Rabu (24/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aria Permana (13) remaja asal Karawang yang sempat viral beberapa waktu lalu karena memiliki bobot 192 kilogram, kini menjalani proses operasi bedah plastik tahap pertama di Rumah Sakit Umum Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Operasi tersebut dilakukan untuk menghilangkan kulit bergelambir sebagai efek dari operasi bariatik atau penyusutan lambung yang dijalaninya pada 17 April 2017 lalu.

Sebanyak enam divisi kelompok staf medik (KSM) yang terdiri dari spesialis bedah plastik, anak, gizi, rehabilitasi medis, anastesi, dan kulit, terlibat dalam operasi yang berlangsung selama lima jam tersebut.

Ketua tim bedah plastik, dr. Hardisiswo Soedjana, Sp.BP(K) mengatakan, seluruh rangkaian proses operasi berjalan lancar dan sesuai rencana.

Fase operasi dimulai pada sekitar pukul 07.00 dengan kedatangan Aria ke ruang operasi, selanjutnya dilakukan pembuatan desain khusus dan persiapan anastesi hingga pukul 09.00. Sehingga operasi bedah plastik baru dilakukan pada pukul 09.30 WIB dan selesai pukul 14.45 WIB.

"Operasi bedah plastik dilakukan kepada bagian lengan atas dan bawah dari pasien guna menarik lemak dan kulit yang berlebihan untuk dibuang. Karena kondisi lemak yang lumer dan kondisi diantara lemak dan kulit terdapat jaringan-jaringan penting seperti saraf, otot, dan pembuluh darah, sehingga mengharuskan kami amat sangat berhati-hati dalam melakukan tindak (operasi)," ujarnya dalam sesi konferensi pers parca-operasi tahap pertama Aria Permana di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (24/7/2019).

Bandara Kertajati Sepi Penumpang, Kemungkinan Pengurangan atau Pengalihan Waktu Terbang

Kendala lainnnya, lanjut dr.Hardi adalah kondisi aliran pembuluh vena dari Aria yang relatif sangat besar atau di atas ukuran normal anak seusianya, sehingga pihaknya harus menghentikan banyak pendarahan selama operasi.

Oleh karena itu pihaknya pun harus terus melakukan penjahitan secara hati-hati pada bagian jaringan yang telah dilakukan pembedahan membuang lemak dan kulit tersebut. Selain menghasilkan jahitan yang sangat panjang sekitar 40 cm, mulai dari lengan bawah hingga pergelangan tangan dengan teknik khusus.

Disamping itu, untuk membuang lemak pun pihaknya tidak sembarangan dan disesuaikan dengan batas tertentu, sehingga saluran di lapisan kulit itu tidak habis, agar kondisi bagian tubuh pasca-operasi tidak mengalami pembengkakan. Bagian tubuh itu pun kemudian dilakukan pembalutan dan pemasangan drain sebagai perawatan luka di kedua lengannya.

Sepatu Jadul Keluaran Nike Ini Terjual Rp 6,1 Miliar, Rekor Jadi Sepatu Termahal

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved