Warga Gegunung Cirebon Alami Krisis Air, Manfaatkan Sungai Cipagar untuk Mencuci dan Mandi

Warga Gegunung, Sumber, Kabupaten Cirebon mengalami krisis air. Mereka memanfaatkan Sungai Cipagar untuk mencuci dan mandi.

Warga Gegunung Cirebon Alami Krisis Air, Manfaatkan Sungai Cipagar untuk Mencuci dan Mandi
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Warga Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terpaksa memanfaatkan Sungai Cipagar untuk mencuci. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sejumlah warga di Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terpaksa memanfaatkan Sungai Cipagar yang melintang di kelurahan tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan.

Di wilayah itu, sebagian besar sumur milik warga dalam kondisi surut dan mengalami penurunan kualitas, sehingga berbagai kegiatan rumah tangga mulai dari mencuci hingga mandi dilakukan di Sungai Cipagar.

Setiap pagi dan sore hari, Sungai Cipagar didatangi oleh warga yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Mereka membawa perabotan rumah tangga serta pakaian yang hendak dicuci.

Epi (45), warga Kampung Cipagar, Kelurahan Gegunung, mengatakan, aktivitas tersebut selalu dilakukan pada waktu musim kemarau, karena sumur miliknya sudah tidak terpakai.

"Airnya memang tidak jernih, tapi mau gimana lagi," kata Epi di Sungai Cipagar, Selasa (23/7/2019).

Meskipun air sungai tidak jernih, warga mengaku tidak takut, lantaran terdesak kebutuhan dan tidak adanya bantuan pasokan air bersih dari pemerintah setempat.

Warga lainnya, Nining (50), mengatakan, ia telah menggunakan air tersebut lebih dari 15 tahun dan hingga saat ini belum pernah mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit.

"Sudah jadi kebiasaan, tidak apa-apa," katanya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, mengatakan, puluhan kelurahan dan desa di Kabupaten Cirebon yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

"Kalau melihat data yang ada, yang berpotensi krisis air bersih sebanyak 23 kecamatan dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon. Krisis air bersih ini tersebar di 63 desa," kata Eman.

Dia menambahkan, potensi krisis air bersih akibat kekeringan pada tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelummya.

"Tahun lalu itu kami menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,7 juta liter air, itu total selama kemarau. Tahun sekarang juga sudah ada beberapa desa yang mulai meminta bantuan karena krisis air bersih," kata dia.

Beberapa desa yang sudah mengajukan di antaranya Kreyo, Klangenan, Slangit, Gebang Ilir, Greged, dan Waled.

Selain penyaluran air bersih, menurut Eman, solusi lainnya untuk mengurangi dampak krisis air bersih adalah membuat sumur pantek.

Samsat Keliling Polres Cirebon Hari Ini Ada di Desa Penambahan, Plered, di Sini Lokasi Tepatnya

Jadwal Pemadaman Listrik di Cirebon Hari Ini, Ada Pemeliharaan Gardu dan Pemangkasan Pohon

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved