Merasa Sudah Cacat, Ahok: Saya Tidak Mungkin Jadi Menteri

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan kariernya di dunia politik sudah selesai.

Merasa Sudah Cacat, Ahok: Saya Tidak Mungkin Jadi Menteri
Tribunnews.com/Reza Deni
Basuki Tjahaja Purnama atau BTP atau Ahok disambut sejumlah relawan PDI Perjuangan saat berkunjung ke kediaman Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Jakarta, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan kariernya di dunia politik sudah selesai.

Kasus penistaan agama yang menjeratnya dan perceraian dengan Veronica Tan dianggap sebagai 'catat' yang membuat Ahok merasa sulit kembali ke dunia politik.

Karena itu, Ahok merasa tak mungkin menjadi menteri pada pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin periode 2019-2024.

Ia menyampaikan itu saat berbicara dalam acara pemberian penghargaan Roosseno Award IX di Roosseno Plaza, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

"Orang mayoritas beragama sudah mencap saya penista, masyarakat kelas menengah, terutama ibu-ibu, marah karena urusan perceraian saya dan pernikahan saya. Jadi, ya sudah sebetulnya sudah selesai (karier politik)," kata Ahok.

Desakan agar Ahok masuk kembali dalam pemerintahan memang kerap muncul dari warganet tapi Ahok memupuskan harapan itu.

"Saya tidak mungkin jadi menteri, saya kan sudah cacat di Republik ini. Bukan pesimistis, tapi saya memberi tahu fakta dan kenyataan," kata Ahok.

Penampilan Terbaru Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi, Ibadah Pertama Setelah Jadi Suami Istri

Sosok Ini Ungkap Ahok dan Puput Nastiti Devi Itu Pasutri, Anak BTP Hormati Puput Jadi Istri Ayahnya

Nama tak seharum dulu

Ada alasan yang membuat Ahok cenderung menarik diri dari peluang terjun kembali ke dunia pemerintahan. Dia merasa namanya tidak seharum dulu.

Ia sudah pernah terjerat kasus hukum, mengacu pada kasus penodaan agama yang pernah menjeratnya. Ahok pernah ditahan selama 2 tahun karena terbukti bersalah dalam kasus itu.

Halaman
1234
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved