Harga Cabai Naik? Tanam Saja, Ini Cara Menanam Cabe Sederhana di Rumah
Jika harga cabai naik biasanya masyarakat mengeluh dan dibuat heboh karena harga cabai tiba-tiba melonjak tidak seperti biasanya.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Ichsan
TRIBUNJABAR.ID - Menjelang Iduladha, kebutuhan pokok semisal cabai biasanya merangkak naik.
Salah satu komoditas bumbu dapur ini memang tidak dapat lepas dikonsumsi khususnya oleh masyarakat Indonesia.
Cabai sudah menjadi bahan pokok masyarakat untuk membuat suatu masakan penggugah selera.
Jika harga cabai naik biasanya masyarakat mengeluh dan dibuat heboh karena harga cabai tiba-tiba melonjak tidak seperti biasanya.
Hal ini karena hukum pasar, semakin banyaknya permintaan maka barang semakin langka hingga menimbulkan harga pun melesat naik.
Dari pada harus membeli ada manfaatnya lebih baik Anda menanamnya di rumah. Bukan hanya persedian tapi dibutuhkan setiap setiap saat.
Menamam cabai di rumah rupanya sederhana dilakukan. Dengan lahan rumah yang tak seberapa Anda masih bisa menanamnya di tempat pot ataupun polybag.
Secara umum menanam cabai bisa dilakukan baik di dataran tinggi maupun rendah.
Hanya suhu optimal bagi tanaman cabai ada di kisaran 24-27 derajat celcius.
Tapi Anda juga tak perlu khawatir cabai bisa bertahan di suhu lebih dari pada itu, tergantung dari jenis varietas cabainya.
Jika Anda ingin menanam cabai di rumah dengan suhu lingkungan dalam kisaran suhu tersebut, maka Anda dapat memilih varietas cabai kriting.
• Jamal Preman Pensiun Disodori 100 Pertanyaan Saat Ajukan Rehabilitasi ke BNNP Jabar
Jenis cabai kriting relatif bisa lebih bertahan terhadap iklim tropis, selain itu jenis cabai ini pun disukai di pasaran.
1. Pilih Benih
Tentu saja hal pertama cara menanam cabai adalah dari benih atau bibit.
Ada banyak varietas cabai keriting di pasaran, mulai dari hibrida hingga lokal.
Melansir dari alamtani.com, jika Anda memilih jenis benih hibrida maka dianjurkan dirawat dengan produk obat-obatan tertentu.
Sedangkan jika Anda memilih benih varietas lokal maka bisa memilih varietas cabai keriting dari Kudus, Sumatera Utara, Rembang, Tanah karo dan lain sebagainya.
Anda dapat membeli benih yang dijual dalam kemasan kaleng.
Cabai varietas lokal lebih adaftif dengan kondisi lingkungan, tapi produktivitasnya masih kalah dari pada cabai hibrida.
2. Menyemai Benih
Menanam cabai ada baiknya Anda juga harus menyemai benih terlebih dahulu, guna memilah jenis benih yang baik dan siap ditanam.
Gunakan polybag beukuran kecil, daun pisang atau baki (tray) sebagai media penyemaian.
Kemudian masukan tanah dan campurkanlah kompos aduk hingga merata.
Buatlah petakan tanah secukupnya dan membuat ketebalan peratakan 5-10 cm.
Lalu masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm dan siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan sedikit tanah kembali.
Setalah itu tutuplah dengan karung goni basah selama 3-4 hari.
Pada hari keempat Anda tinggal menunggu bibit muncul dari permukaan tanah.
Setelah itu karung goni dapat dilepaskan dan diganti dengan ditidungi plastik transparan untuk melindungi bibit cabai dari panas berlebih dan siraman air hujan secara langsung.
Selebihnya tanaman cabai akan siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau dapat dilihat setelah tanaman mempunyai 3-4 helai daun.
• Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Begini Jawaban Pjs Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung
3. Penanaman Cabai
Jika tanaman cabai telah berumur 4 minggu maka siap dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.
Anda bisa memindahkan tanaman ke polybag berukuran 30 cm agar cukup menopang kelak di masa pertumbuhan tanaman cabai hingga rimbun.
Selain polybag Anda juga bisa menggunakan media lainnya semisal pot plastik, pot semen, pot dari tanah, atau juga menggunakan wadah-wadah bekas lainnya.
Adapun cara menanam cabai dalam polybag bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang atau sekam padi.
Beberapa komposisi tersebut dapat dicampur dengan perbandingan tanah dan kompos 2:1, atau campuran tanah, pukuk kandangan dan sekam padi 1:1:1, atau juga campuran tanah dan pupuk kandang 2:1.
4. Pemeliharaan
Selama masa tanam Anda masih tetap harus memberikan pupuk. Pemupukan dapat diberikan satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya.
Jika cabai tadi Anda tanam secara organik maka dapat menyemprot pupuk organik cair.
Untuk penyiraman, sebaiknya tanaman disiram cukup 3 hari sekali, tapi jika matahari terik dapat dilakukan setiap hari.
Satu hal yang perlu diperhatikan, setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm maka dapat digunakan pengajiran atau penopang agar berdiri tegak.
Jika tanaman cabai terserang hama dan penyakit, maka sekali-kali Anda bisa menggunakan pestisida sesuai kebutuhannya.
• Laga PSIS vs Persib Jadi Pembuktian 3 Pemain yang Jarang Diturunkan, Ini Penilaian Robert Alberts
5. Pemanenan
Tiba saat pemanenan, umur cabai bisa dipanen biasanya bervariasi tergantung varietas dan lingkingan.
Namun Anda bisa memilih masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah atau masih bercorak hijau.
Buah yang belum sepenuhnya merah sudah masuk bobot optimal dan buah cabai masih bisa bertahan 2-3 hari.
Adapun waktu yang tepat saat panen sebaiknya bisa Anda dilakukan pada pagi hari setelah embun kering.
Nah, cukup mudah bukan? Anda bisa menanam cabai di pekarangan dengan mudah dan sederhana.
Sewaktu-waktu Anda tidak perlu lagi membeli cabai disaat harga cabai mahal. Cukup memanen persediaam tanaman cabai di pekarangan.
Selamat Mencoba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pedagang-cabai-menunggu-pembeli-di-pasar-induk-jagasatru-kota-cirebon-rabu-1772019.jpg)