Harga Cabai dan Sayuran Naik Drastis di Pasar Sederhana Bandung, Pedagang Malah Nombok

Biasanya cabai domba Rp 40.000 per kilogram sekarang Rp 80.000. Cabai merah jadi Rp 90.000 per kilogram. Cabai keriting dari Rp 30.000 jadi Rp 70.000

Harga Cabai dan Sayuran Naik Drastis di Pasar Sederhana Bandung, Pedagang Malah Nombok
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Siti Nurhayahati (28), pedagang sayuran yang ada di Pasar Sederhana Sukajadi, Senin (22/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Harga cabai merah kembali naik di Pasar Sederhana Sukajadi, Bandung. Kali ini kisaran harga cabai domba di pasar tersebut mencapai Rp 80.000 per kilogram.

Hal ini diungkapkan oleh Siti dan Siti Nurhayahati (28), pedagang sayuran yang ada di Pasar Sederhana Sukajadi. Ia mengatakan kenaikan harga ini telah terjadi setelah Lebaran lalu.

Siti mengatakan kenaikan harga tak hanya berlaku untuk cabai domba tapi juga beberapa sayuran.

"Biasanya cabai domba Rp 40.000 per kilogram sekarang Rp 80.000. Cabai merah jadi Rp 90.000 per kilogram. Cabai keriting awalnya Rp 30.000 sekarang jadi Rp 70.000. Timun awalnya Rp 10.000 kini menjadi Rp 14.000," ujar Siti saat ditemui di Pasar Sederhana, Senin (22/7/2019).

Dampak kenaikan harga ini pun membuat pedagang mengeluh karena pembeli yang justru membeli sayuran dengan satuan yang lebih dikit.

"Biasanya ada yang langsung beli sekilo tetapi sekarang belinya cuma satu ons. Kalau di jumlahkan setiap ada yang beli satu ons atau seperemat kan enggak nyampe sekilo, justru pedagang banyak yang nombok," ujar Siti.

Harga Cabai Naik Tiga Kali Lipat, Peminatnya Tetap Tinggi, di Purwakarta Dijual Rp 80 Ribu Per Kilo

Pedasnya Harga Cabai di Kota Tasikmalaya, Pedagang Sebut Eceran di Warung Tembus 90 Ribu Per Kilo

Hal serupa juga dikatakan Siti Nurhayati, pedagang Pasar Sederhana yang warungnya berada di bagian dalam pasar, tampak sepi pembeli.

"Kalau sayuran seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat justru stabil. Kenaikan harga ini kayanya memang pengaruh kemarau," ujarnya.

Berbeda halnya dengan pedagang sayuran di Pasar Sederhana, Dadi Kusandi.

Ia justru menganggap kenaikan harga ini adalah hal yang biasa dan tidak perlu dibesarkan.

"Pengaruh dari kemarau ini sayuran seperti kangkung, bayam kualitasnya jadi jelek karena kurang air. Kalau musim seperti ini kan wajar kalau harga naik, giliran panen saja banyak sayuran yang dibuang. Jadi wajar saja menurut saya," ujarnya.

Pengamatan Tribun Jabar di Pasar Sederhana, suasana pasar tampak sepi tak banyak aktivitas jual beli seperti biasanya.

Beberapa pedagang mengatakan sepinya pembeli ini tak hanya diakibatkan oleh harga bahan baku yang mahal, tetapi karena sistem perubahan jalur yang diubah saat ini.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved