Rabu, 15 April 2026

Para Stuntman di Prancis Pun Ingin Belajar Pencak Silat, Oleh-oleh Pesilat Sunda dari Eropa

Pencak silat merupakan seni bela diri asal Indonesia yang kini sudah mendunia, apalagi setelah gerakan pencak silat

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ichsan
istimewa
Deden Efendi, sedang melatih para stuntman di Prancis 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pencak silat merupakan seni bela diri asal Indonesia yang kini sudah mendunia, apalagi setelah gerakan pencak silat diperagakan oleh Iko Uwais, Cecep Arif, dan Yayan Ruhiyan di dalam film Hollywood yang mendunia.

Kini banyak orang dari negara lain ingin mempelajari seni bela diri asal tanah air itu.

Menurut seorang pesilat dari Paguron Gajah Putih, Deden Efendi yang belum lama ini melakukan tour ke berbagai negara untuk memperkenalkan silat, mereka sangat antusias ingin mengetahui dan belajar pencak silat.

Deden merupakan pesilat asal Jawa Barat yang belum lama ini melakukan tour selama kurang lebih 40 hari dan kembali lagi ke Indonesia 8 Juli 2019.

Dalam rangkaian tournya dia mengisi acara  seperti seminar, coaching klinic dan lainnya di berbagai negara, seperti Prancis, Dubai, Jerman, dan Irlandia.

“Pertama saya ke Dubai, ada workshop di perguruan atau klub bela diri di sana,” ujar Deden.

Kemudian ke Eropa dan bertemu dengan temannya yang lebih dulu mengenalkan pencak silat, Gending Raspuzi. Di Berlin Jerman, Prancis dan Irlandia, ia memperkenalkan pencak silat bersama Gending.

Satgas Citarum Harum Sektor 13 Ajak Pemerintah Daerah di Purwakarta Proaktif Sukseskan Citarum Harum

“Saya memperkenalkan keilmuan dari Gajah Putih yang mempertahankan ketradisionalannya dan Kang Gending memperkenalkan beberapa aliran pencak silat tradisional semisal Cimande, Maenpo, dan Ulin Makao,” ucapnya.

Dari rangkaian tournya bersama Gending di Eropa, Deden mengaku ada hal yang membanggakannya di Irlandia, tidak hanya Indonesia yang disebut tapi juga Sunda.

“Saat acara di Irlandia  judul acaranya, Silat Sunda Seminar Camp, jadi mereka mengetahui dan mencatat tidak hanya Indonesia nya,” ucapnya.

Melatih Pencak Silat di Eropa
Melatih Pencak Silat di Eropa (istimewa)

Awalnya, kata Deden, ia akan kembali ke Indonesia 3 Juli, namun ada permintaan dari satu klub, di Bordeaux Prancis yang membuka pelatihan bagi calon stuntman, mereka tertarik dengan pencak silat, jadi ia sendiri baru kembali ke Indonesia 8 Juli.

“Mereka tertarik dengan gaya khas pencak silat karena keorsinilannya,” ujar dia.

Deden mengatakan, diundangnya dia untuk memberi materi yang nantinya akan dijadikan kurikulum oleh klub tersebut .

Skema Baru Robert Alberts untuk Persib Bandung, Demi Tiga Angka di Kandang Mahesa Jenar

“Awalnya deg-degan karena kan itu kelas dunia, bahkan terdapat juara ketiga Parkour tapi syaratnya orsinil pencak silat jadi saya sanggupi, dengan keilmuan saya di Gajah Putih,” ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved