Ingin Lihat Terakota, Datang Saja ke Museum Wakare di Majalengka
Desa Jatisura di Kabupaten Majalengka bakal punya museum. Diberi nama Museum Wakare dan punya koleksi terakota.
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Museum Wakare, Jumat (19/7/2019).
Kegiatan itu dilaksanakan di Kampung Wates, Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Peletakan batu itu menandakan sekaligus peresmian pembangunan museum yang ditargetkan selesai 10 hari mendatang.
Museum Wakare nantinya akan digunakan untuk meletakkan benda-benda khas Desa Jatisura pada masa penjajahan Jepang.
Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana mengatakan dengan dilaksanakannya pembangunan Museum Wakare ini diharapkan Kabupaten Majalengka mempunyai ciri khas yang tidak dipunyai oleh daerah lain antara lain, terakota.
Terakota sendiri menurutnya, hasil kesenian yang dihasilkan dari bahan tanah liat yang dibuat oleh masyarakat Majalengka khususnya di Kecamatan Jatiwangi.
"Majalengka selain dikenal dengan pariwisatanya, akan juga dikenal dengan terakotanya," ujar Tarsono saat ditemui Tribuncirebon.com, Jumat (19/7/2019).
Kepala Jatiwangi Art Factory (JAF), Ginggi Syarif Hasim, mengatakan, wakare sendiri diambil dari bahasa Jepang yang artinya selamat tinggal.
Ucapan selamat tinggal itu menurutnya pengucapan kepada masa penjajahan Jepang yang kini sudah lama musnah.
"Dulu Jatiwangi itu dijajah sama bangsa Jepang, nah makanya kami ucapkan selamat tinggal untuk masa penjajahan Jepang yang kini sudah tidak ada," ucap Ginggi.
• VIDEO-Intip Pameran 11 Museum di Festival Budaya Sunyaragi Cirebon, Yuk!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/peletakan-batu-pertama-museum-wakare.jpg)