Apa Itu Awan Topi yang Terjadi di Puncak Gunung Rinjani? Ada Bahaya di Balik Bentuk yang Cantik

Puncak Gunung Rinjani diselimuti awan putih besar seperti tak bergerak. Fenomena alam itu disebut awan topi atau cap cloud.

Apa Itu Awan Topi yang Terjadi di Puncak Gunung Rinjani? Ada Bahaya di Balik Bentuk yang Cantik
Dok. TN Gunung Rinjani
Awan Topi di Gunung Rinjani 

TRIBUNJABAR.ID - Ada yang berbeda dari penampakan Gunung Rinjani baru-baru ini.

Puncak Gunung Rinjani diselimuti awan putih besar seperti tak bergerak.

Fenomena alam itu disebut awan topi atau cap cloud.

Cap cloud atau awan topi adalah fenomena yang terjadi di puncak gunung. Dari kejauhan awan tersebut tampak diam.

Melansir dari akun Instagram BMKG, @infobmkg, awan topi termasuk awan jenis stratus atau tumbuhnya menyamping.

Awan tersebut melayang di atas puncak gunung.

Selain itu, awan topi berbentuk lenticular atau cekung-cembung.

Hal tersebut terjadi karena adanya angin lapisan atas pada arah horizontal.

Pembentukan awan topi disebabkan pendinginan dan kondensasi udara lembap yang dipaksakan naik ke atas karena orografi atau ada gunung dan di atas puncak gunung.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan awan topi yang termasuk lentikular terbentuk akibat aliran naik udara hangat yang membawa uap air mengalami pusaran.

Halaman
123
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved