Hadirkan Konser Harpa Nusantara, Permainan dan Penampilan Sisca Guzheng Akan Berbeda
Akhir September, Sisca Guzheng akan hadirkan konser Harpa Nusantara. Di konser ini, permainan dan penampilannya akan berbeda.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak banyak musisi yang memilih alat musik harpa untuk dimainkan. Alat musik ini telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno dan juga dikenal di Indonesia.
Alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini melahirkan suara yang lembut ketika didengarkan.
Di Indonesia pemain harpa memang bisa dihitung jari, misalnya saja Maya Hasan, Heidi Awuy, Rama Widi, dan Ussy Pieters, yang namanya cukup dikenal.
Di Bandung ternyata ada juga, lho, pemain harpa wanita yang telah menggeluti instrumen ini selama 15 tahun.
Adalah Sisca Guzheng, seorang seniman yang memainkan alat musik ini di berbagai acara, terutama acara pernikahan.
Sebelum menggelar konsernya pada 30 September 2019, Sisca menampilkan permainannya dan memberikan penampilan yang berbeda.
Ia akan memadupadankan kombinasi audio visual yang diberi nama Harpa Nusantara.
"Saya akan memainkan empat jenis harpa dengan motif yang berbeda di antaranya motif toaja, mega mendung, kawung, dan dewi sri," ujar Sisca Guzheng saat ditemui sesusai tampil di Kaka Kafe, Jalan Sultan Tirtayasa, beberapa waktu lalu.
Tak sendirian, Sisca Guzheng akan tampil dengan kelompok karawaitan dengan musik yang dirancang Iman Ulle.
Ketika tampil di Kaka Kafe, Sisca Guzheng dan Iman tampil berdua membawakan lagu tradisional daerah.
Sambil memetik senar harpa, Sisca tampak begitu menghayati permainannya.
Menggunakan kebaya berwarna pink dengan motif bunga, tak ketinggalan dengan samping dan rambut yang disanggul modern, Sisca tampak cocok dengan harpa khas Nusantara yang dimainkannya.
Dari emosi yang dibangun dalam setiap penampilannya, Sisca menebarkan energi positif, memberikan pesan keindahan sebagai musik surgawi.
"Membangun emosi itu enggak mudah. Musik itu, kan, spiritual dan enggak bisa didapat hanya baca partitur saja. Jadi saya melatih di luar pas manggung. Saya enggak mau ada kerjaan lain," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sisca-guzheng.jpg)