Mubes XTC Ciwastra Tunjuk Ketua Baru Secara Demokratis dan Penuh Kekeluargaan

Musyawarah Besar (Mubes) XTC Ciwastra, Bandung pada Minggu (14/7) di Jalan Maskumambang, menghasilkan pengurus baru yang diketui oleh Reza Polo.

Mubes XTC Ciwastra Tunjuk Ketua Baru Secara Demokratis dan Penuh Kekeluargaan
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Musyawarah Besar (Mubes) XTC Ciwastra, Bandung pada Minggu (14/7) di Jalan Maskumambang, menghasilkan pengurus baru yang diketui oleh Reza Polo. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Musyawarah Besar (Mubes) XTC Ciwastra, Bandung pada Minggu (14/7) di Jalan Maskumambang,  menghasilkan pengurus baru yang diketui oleh Reza Polo.

Ketua Pelaksana Mubes XTC Ciwastra, Atas Agung S menerangkan, XTC sebagai organisasi yang eksis di alam demokrasi, berhasil memilih ketua baru secara demokratis. 

"Mubes XTC Ciwastra hari ini sudah menetapkan ketua baru secara demokratis lewat pemungutan suara langsung. Saudara Reza Polo meraih suara terbanyak yakni 18 suara ‎dan rivalnya 14 suara dari total suara pemilih sebanyak 32 koordinator," ujar Atas di Jalan Maskumambang. 

Mubes digelar di aula di Kantor DPD Golkar Jabar dan dihadiri seratusan lebih anggota.

Ratusan anggota itu terakomodir dalam 32 koordinator. Prinsip kebersamaan sebagai keluarga dijunjung tinggi di mubes itu.

Mubes digelar sederhana namun penuh makna. Canda tawa sesama anggota mewarnai musyawarah tersebut.

Pemprov Jabar Targetkan Sapu Bersih Desa Sangat Tertinggal, 537 Desa Naik Kelas jadi Desa Maju

"Pemungutan suara berjalan dengan tertib dan demokrati serta menjunjung tinggi kebersamaan," ujar Atas.

Mubes digelar karena kondisi yang mendesak. Kata dia, sejak delapan bulan terakhir, organisasinya vakum karena kekosongan kepemimpinan.

XTC Ciwastra satu kesatuan dengan DPP XTC sebagai induk organisasi. XTC yang berbadan hukum terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM belum alam ini, secara faktual, sudah ada sejak 1980-an.

Selama berdiri, organisasi ini identik dengan pemuda dan para pecinta roda dua. Sejumlah tokoh pernah jadi bagian dari XTC, sebut saja Pidi Baiq, penulis novel Dilan. 

Musyawarah Besar (Mubes) XTC Ciwastra, Bandung pada Minggu (14/7) di Jalan Maskumambang,  menghasilkan pengurus baru yang diketui oleh Reza Polo.
Musyawarah Besar (Mubes) XTC Ciwastra, Bandung pada Minggu (14/7) di Jalan Maskumambang, menghasilkan pengurus baru yang diketui oleh Reza Polo. (Tribunjabar.id/Mega Nugraha)

Selain itu, di Mubes ini, mereka juga menyusun sistem untuk membangun organisasi lebih modern. Mereka menyebutnya deklarasi hukum adat yang akan mengatur tata tertib humanis serta berperan serta menjaga ketertiban masyarakat di Jabar.

"Kami ingin organisasi ini lebih modern, turut menjaga dan memelihara keamanan masyarakat. Kami mengadopsi hukum adat, dalam artian hukum adat yang berlaku di keluarga besar XTC Ciwastra" ujar Atas.

Hukum adat yang berlaku selama ini di internal XTC Ciwastra, dianggap sebagai nilai dan acuan. Hanya saja, itu belum tertulis.

Walimatus Safar Haji, Apa Maknanya? Titip Doa Kepada Tamu Istimewa Allah SWT, Doanya Dikabulkan

Di mubes ini, nilai-nilai hukum adat itu dikodifikasi dalam aturan tertulis sebagai sistem untuk mengatur kehidupan berorganisasi.

"Seperti misalnya, ke depan, anggota XTC yang masuk harus sudah dewasa, ada pemberlakuan batas umur. Ada sanksi untuk anggota yang terlibat narkotika/psikotoprika hingga menggangu ketertiban umum dan pelanggaran lain yang meresahkan masyarakat," ujarnya.‎(men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved