Kamis, 9 April 2026

Begini Asal-Usul Walimatus Safar yang Terkait Ibadah Haji dan Umrah

Umumnya saat musim haji tiba, orang yang akan naik haji mengundang masyarakat di lingkungannya untuk hadir dalam acara Walimatus Safar

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Ichsan
Capture Youtube
ilustrasi ibadah haji 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Umumnya saat musim haji tiba, orang yang akan naik haji mengundang masyarakat di lingkungannya untuk hadir dalam acara Walimatus Safar.

Dalam kegiatannya biasanya diisi dengan pembacaan doa bersama, tausiyyah mengenai haji dan ditutup dengan memberi jamuan bagi tamu undangan.

Adapun selepas pulang ibadah haji atau umrah pun akan digelar kembali perjamuan untuk menyambut kedatangan, serta melayani silaturahmi mengucap selamat dan syukur atas telah dilaksanakan ibadah haji.

Bagaimana Islam memandang ini? Apakah memang ada tradisi Walimatus Safar ini dalam Islam?

Berikut ini Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr Yusuf Zainal Abidin menjelaskan asal usulnya.

Berdasarkan arti, Walimah berarti “perjamuan” dan safar artinya “perjalanan”. Maka Walimatus Safar merupakan perjuaman untuk keberangkatan calon jamaah haji dan umrah pergi ke tanah suci.

Dr Yusuf Zainal Abidin mengatakan, pada dasarnya walimatus safar dengan diadakannya perjamuan atau lebih tepatnya tasyakuran haji dan umrah adalah tradisi yang baik.

"Dari segi manfaat Walimatus Safar ini baik, karena etika bersilaturahmi, di dalamnya ada unsur mengedukasi memberikan pengetahuan dan informasi-informasi tentang haji," jelas Dr Yusuf Zainal Abidin, kepada Tribun Jabar, Minggu (14/7/2019).

SDN Brondong 1 Indramayu Sediakan Cicilan Seragam Sekolah, Sehari Cukup Mencicil Rp 1.000

Menurut Dr Yusuf, Walimatus Safar menjadi tradisi yang baik, karena di dalamnya berpaut dengan unsur silaturahim, pemberian jamuan dan saling mendoakan, sehingga saling menumbuhkan rasa cinta sesama umat Muslim.

Perihal ini asal usul Walimatus Safar sudah menjadi tradisi umat muslim, diceritakan Dr Syahrul hal itu dapat merujuk pada hadist imam Al Bukhari di dalam kitab Shahih-nya mengenai bab penyambutan orang haji yang baru datang naik kendaraan.

Dalam hadist tersebut imam Al Bukhari meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas yang mengatakan:

لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ اسْتَقْبَلَتْهُ أُغَيْلِمَةُ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَحَمَلَ وَاحِدًا بَيْنَ يَدَيْهِ وَآخَرَ خَلْفَهُ

“Ketika Nabi SAW tiba di Makkah, Beliau disambut oleh anak-anak kecil Suku Bani ‘Abdul Muthalib, lalu Beliau menggendong salah satu dari mereka di depan dan yang lainnya dibelakang”.

Selain itu, dipaparkan Dr Yusuf, selain Rasulullah setelah melaksanakan haji, saat Umar bin Khatab juga hendak melaksanakan ibadah umrah, Umar berpamitan terlebih dahulu kepada Rasulullah dan sanak keluarga.

Wali Kota Bandung Naik Haji, Titipkan Kota Bandung ke Wakil Wali Kota dan Sekda

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved